News

DUNIA MENDENGARKAN DWIKI DHARMAWAN

Ternyata musisi Indonesia bisa membuat musisi Internasional antusias terlibat di proyek rekaman yang dilakukan di berbagai kota di tiga benua. Dwiki Dharmawan dengan proyek musik bertajuk World Peace, baru-baru  ini menuangkan aspirasi dan inspirasi bermusiknya dalam bentuk rekaman dengan melibatkan tidak hanya musisi Indonesia, tetapi juga musisi jazz ternama dari mancanegara. Tidak kurang dari Jimmy Haslip dan Russel Ferrante, personil grup jazz legendaris Yellowjackets dari Amerika terlibat dalam proyek ini. Bahkan Roger Burn, pentolan grup Shapes serta merta minta untuk dilibatkan di proyek ini ketika Roger bertemu Dwiki di Java Jazz Festival 2007, saat penampilan perdana proyek ini.

World Peace Project merupakan proyek yang mendunia.  Oleh sebab itu tidak heran ketika proyek ini semakin berkembang, semakin banyak musisi Indonesia dan asing yang ingin menyumbangkan keahlian mereka.  Dari Indonesia, untuk menambah unsur vokal, Ivan Nestorman turut hadir menyanyikan lagu-lagu asal Flores dengan vokalnya yang unik dan permainan gitarnya.  Dwiki pada keyboard dan synthesizer, Indro Hardjodikoro pada bas, Sandy Winarta menggebuk drum,  telah menyelesaikan sesi rekamannya pada awal Juni kemarin.

Aransemen musiknya amat kaya dengan ditingkahi  tetabuhan tradisional Indonesia, antara lain dari Sunda, Batak dan Bali.  Ojay Jayaningrat dan Zainal Arifin yang tampil pada tanggal 15 Juni 2007, bersama persembahan kain batik dan songket di Beijing atas undangan KBRI di Republik Rakyat Cina, juga turut mengisi barisan musisi tradisional proyek ini. Tak ketingalan juga ahli musik Batak Korem Sihombing.

Barisan musisi dunia yang turut terlibat album Dwiki Dharmawan – World Peace Orchestra adalah Jimmy Haslip (bass), Russel Ferrante (piano), Walfredo Reyes Jr. (drum & perkusi), Tollak Olstad (harmonika), Roger Burn (marimba/vibes), Andy Suzuki (reeds) dan Rich Breen yang akan bertindak sebagai penata suara. Sementara, musisi asal New York yang kini bermukim di Malaysia, Steve Thornton (perkusi) dan drummer terbaik Asia, Lewis Pragasam, akan ikut berpartisipasi menambahkan kekayaan warna musik aransemen Dwiki Dharmawan demikian informasi yang kami dapat lewat hubungan email dari Dwiki sesaat usai rekaman di salah satu studio musik di Los Angeles.

Deretan panjang musisi pengisi rekaman Dwiki Dharmawan – World Peace Orchestra nantinya bakal bertambah dengan kehadiran Nyoman Windha yang menambah bumbu dengan permainan Jegog Balinya.  Saksofonis Filipina Tots Tolentino pun berjanji menyumbangkan kemahirannya meniup saksofon (permainannya dikomentari Bubi Chen seperti permainan John Coltrane). Musisi terkemuka Australia Guy Strazzulo (gitar), Hugh fraser (Bass), Rodrigo Galvao (perkusi) dan Andrew Oh (flute) pun tak mau ketinggalan, mereka akan turut nimbrung di album World Peace Orchestra.

Dwiki Dharmawan juga mengundang dua musisi asal Tiongkok, yang sudah memberikan kontribusi mereka ketika Dwiki melakukan rekaman dengan China Philharmonic Orchestra Juni lalu.

Album Dwiki Dharmawan – World Peace Orchestra ini akan diedarkan pada November 2007, baik secara nasional maupun mendunia.  Siap-siap!  Tahun 2008, kemungkinan akan ada konser World Peace Orchestra.  Sekali lagi, Indonesia akan dibanjiri musisi jazz  dari seluruh dunia.

Agus Setiawan Basuni

Pernah meliput Montreux Jazz Festival, North Sea Jazz Festival, Vancouver Jazz Festival, Chicago Blues Festival, Mosaic Music Festival Singapura, Hua Hin Jazz Festival Thailand, dan banyak festival lain diberbagai belahan dunia.

Related Articles

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker