Jazz di BaliKomunitasNews

SUNDAY JAZZ CLINIC BALI MENGGELAR KONSER THE JAZZ APPRENTICE

Sebagai sebuah jenis musik, jazz di Bali telah mengalami sebuah perkembangan yang menarik untuk diapresiasi. Perlahan namun pasti telah mengikis stereotype kebanyakan orang sebagai musik “kalangan atas”. Banyaknya aktifitas pentas jazz dari beragam musisi dalam dan luar negeri dengan beragam  warna musik jazz yang berbeda, maupun penulisan berita dan aktifitas jazz oleh media secara bertahap menjadikan musik jazz sebagai musik yang dapat diterima di masyarakat luas.

Ide awal pembentukan Sunday Jazz Clinic (SJC) adalah rasa keterpanggilan jiwa beberapa musisi jazz Bali untuk membagi ilmu, pengetahuan dan keterampilan bermusik jazz kepada musisi – musisi muda Bali, sekaligus menjawab keprihatinan terhadap stagnansi regenerasi musisi jazz di Bali.

SJC mulai diadakan dan diprakarsai sejak desember 2006 oleh beberapa musisi jazz Bali diantaranya; Yuri Mahatmanto, Bogie Prasetyo, Eko Soemarsono. Sejak dimulai kegiatan clinic selalu digelar setiap hari minggu jam 11.30 hingga 14.30 bertempat di Warung Lapau sanur milik Metrus Munir, yang juga kebetulan sebagai seorang pecinta seni sangat mendukung dengan memberikan kebebasan untuk memakai tempat usahanya sebagai based pelatihan. Sejauh pengamatan kami, sampai saat ini di Indonesia, Sunday Jazz Clinic adalah satu-satunya  bentuk workshop jazz yang digelar secara cuma-cuma, terbuka untuk umum, dan berkelanjutan.

Dalam rangka memperingati satu tahun SJC akan menggelar konser bertajuk “The Jazz Apprentice Concertpada tanggal 2 Desember 2007, bertempat di Warung Lapau JL.By pass Ngurah Rai Sanur No.178, mulai pukul 19.00-hingga selesai. yang mana dalam konser ini para peserta pelatihan SJC akan menunjukkan apa yang telah mereka dapat selama satu tahun menekuni musik jazz. Akan hadir pula bintang tamu dari Jakarta yang perduli dengan perkembangan jazz di Indonesia  Riza Arshad, pianist handal yang juga pendiri grup simakDialog.

Perlu dicatat, para peserta SJC sebagian besar berusia muda berusia 12 – 19 thn yang diharapkan dapat memjadi bibit-bibit potensial untuk menjadi musisi-musisi masa depan Bali.

Untuk acara ini SJC bekerjasama dan didukung oleh Telkomsel yang  memiliki komitmen yang kuat terhadap dunia pendidikan, disamping donatur-donatur yang sifatnya pribadi selaku pecinta jazz, serta juga dukungan segenap komunitas musisi jazz Bali.

Untuk ke depan di tahun 2008, SJC dengan tetap didukung oleh TELKOMSEL juga sudah mempersiapkan program pentas-pentas jazz dan workshop jazz di sekolah-sekolah yang akan bertajuk “Jazz up The Schools” yang akan diadakan setiap dua bulan sekali, dimulai pada bulan pebruary 2008

Agus Setiawan Basuni

Pernah meliput Montreux Jazz Festival, North Sea Jazz Festival, Vancouver Jazz Festival, Chicago Blues Festival, Mosaic Music Festival Singapura, Hua Hin Jazz Festival Thailand, dan banyak festival lain diberbagai belahan dunia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker