News

TREMOR, PERTUNJUKAN MUSIK MENGENANG PAHLAWAN REFORMASI

Konser Tohpati Satu lagi pertunjukan musik kampus yang ikut meramaikan agenda pertunjukan musik tahunan dinegeri ini. Dengan mengangkat ragamnya tema sebagai diferensiasi, namun layaknya sebuah pertunjukan musik, yang menampilkan banyak artis ataupun grup band dan deretan stand-stand sponsor, media partner ataupun food corner. Seperti yang diselenggarakan Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti pada Minggu (11/05) lalu di Tennis Indoor Senayan bertajuk “Trisakti Medical Music on Reformation”.

Festival ini diselenggarakan dalam rangka mengenang satu dekade Tragedi Semanggi yang terjadi pada 12 Mei 1998 dan memakan korban mahasiswa-mahasiswa Trisakti yang sekarang dikenang dengan nama Pahlawan Reformasi. Selain menggalang semangat reformasi, juga dalam rangka mengkampanyekan gerakan anti narkoba dikalangan anak muda. Dan salah satu panitia juga menyebutkan kalau kedepannya festival ini bisa diadakan tahunan dengan tetap mengangkat musik jazz sebagai benang merah dari para performer sebagai bentuk apresiasi mahasiswa terhadap musik.

Rangkaian acara akan diawali dengan kampanye anti narkoba di Bundaran HI yang didukung oleh Balawan, lalu dilanjutkan dengan pertunjukan musik jazz yang menampilkan Maliq n d’Essential, Tompi, Balawan, RAN, Sol Project, Kul-kul, Diafragma dan Jazzyphonic. Turut memeriahkan, penampilan dari UKM Tari Tradisional dan Paduan Suara Trimedika.

Kul-kul yang digawangi oleh Demas Narawangsa (Drum), Sigit Ardityo Kurniawan (Biola), RM Aditya Ardiyanto (Keyboard), Adman Maliawan (Bass) dan Faisar Fasya (Gitar) juga sederetan instrumen tradisional dan gamelan Bali. Musiknya yang merupakan gabungan antara musik modern dengan nuansa tradisional Bali, sore itu membawakan ‘Uluwatu’, ‘Welcome to Bali’dan ‘Canda’ yang khusus dibuat oleh Didit (Biola) dengan Faisar (Gitar) untuk para pahlawan reformasi, terdengar begitu sendu dengan intro duet gitar dan biola. Disusul dengan ‘Balidance’ dan ‘Janger’.

Sedang SOL Project yang menampilkan kolaborasi musik Amerika Latin dengan musik Tradisional Indonesia membawakan hits mereka yang merupakan lagu popular yang mereka aransemen ulang seperti ‘Tua-tua Keladi’-nya Anggun C Sasmi, ‘Sedang Ingin Bercinta’-nya Dewa, ‘Rocker Juga Manusia’-nya Serious, ‘Ku Tak Bisa’nya Slank, lalu ‘Bajing Luncat’ dan ‘Poco-poco’ dari deretan lagu tradisional yang juga mereka gubah aransemennya dengan balutan irama Salsa, Abakua, Guajira dan Cha-cha, sangat kental terdengar pada setiap komposisi gubahan yang mereka bawakan, dengan deretan additional player pada perkusi diantaranya Iwan Wiradz dan Philippe Chiminato yang memainkan Gendang, Bongo dan Conga. Selain tentunya ada Rudy Octave (Keyboard), Cecilia Ventura (Vocal) dan Faiser Florez (Conga) sebagai personel inti.

Penampilan selanjutnya merupakan salah satu penampilan yang ditunggu. Terbukti dengan semakin banyaknya penonton yang hadir dan memadati panggung. RAN, trio yang terdiri dari Rayi (Vocal/Rapper), Asta (Gitar) dan Nino (Vocal) memang layak disebut sedang naik daun. Nama mereka sering dijumpai pada acara-acara musik akhir-akhir ini. Hits pertama mereka ‘Pandangan Pertama’ yang menggabungkan hip-hop, funk, R&B dan jazz digabungkan dengan lirik yang bertemakan cinta sangat disukai kaum muda khususnya. Selain juga karena penampilan mereka yang sangat energik mengikuti irama musik dengan beat yang groovy seperti yang banyak digemari anak muda sekarang. Sukses menggoyang penonton yang hadir dengan lagu-lagu seperti ‘Nothing Last Forever’, ‘Auramu’, ‘Untukmu’ dan ‘Pandangan Pertama’.

Lalu ada Balawan yang malam itu bermain gitar sekaligus bernyanyi. Membawakan beberapa komposisi diantaranya ‘What a Wonderful World’ dan ‘Love’ sesekali bersahut-sahutan suara tapping gitarnya dengan suara Biola dan Kendang. Tepuk tangan penonton tiada henti-hentinya terdengar pada setiap sela permainan.

Kini giliran Tompi bersama Groovology membawakan hits mereka seperti ‘I am Falling in Love’, ‘Lulu dan Siti’, ‘Selalu Denganmu’. Yang cukup menarik dan berbeda dari yang lain adalah ketika Tompi menyanyikan lagu The Massive ‘Cinta Ini Membunuhku’ yang mereka aransemen ulang dengan nuansa reggae. Terakhir ditutup dengan lagu ‘Sedari Dulu’.

Sebelum sampai kepada penampilan puncak, terlebih dahulu panitia mengajak penonton yang hadir untuk sejenak mengheningkan cipta mengenang jasa para pahlawan reformasi dengan layar yang menjadi latar belakang panggung menampilkan cuplikan dari apa yang terjadi pada Tragedi Semanggi dulu, setelah itu mereka yang diwakili ketua panitia membacakan puisi yang mereka dedikasikan untuk pahlawan reformasi yang karena jasa-jasa merekalah banyak memberikan banyak perubahan dalam peta politik dinegeri kita tercinta ini.

Penampilan terakhir diisi oleh Maliq n d’Essential, Angga sang vocalis yang merupakan alumnus Trisakti sedikit bercerita tentang Tragedi Semanggi, dimana ketika itu ia baru saja masuk menjadi mahasiswa. Oleh karenanya ia merasa bangga turut meramaikan satu dekade peringatan mengenang Tragedi Semanggi. Dengan beberapa gubahan aransemen dan improvisasi, mereka membawakan hits mereka seperti ‘Terdiam’, ‘Kangen’, ‘Heaven’, ‘Free Your Mind’ dan ‘Dia’.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker