SPICE JAZZ – JAZZ HYBRID YANG MEMBUMI
Bertempat di Balai Pertemuan Bumi Sangkuriang Bandung pada tanggal 8 juni 2008 atas kerjasama Arimba Culture Exchange, Republik of Entertainment, Jendela Ide dan Pusat Kebudayaan Australia, telah digelar pertunjukan Jazz dengan tajuk Spice Jazz. Acara ini merupakan rangkaian awal dari Road to Jazztival, event jazz yang akan dipentaskan di Bandung pada bulan November 2008.
Suatu kehormatan bagi publik jazz Bandung untuk dapat melihat langsung Steve Hunter Trio, musisi jazz asal Australia yang sudah malang melintang di dunia jazz. Steve Hunter pernah bekerjasama dengan Chick Corea, Indra Lesmana, Dwiki Darmawan dll, lawatannya ke Bandung di awali dari partisipasi mereka di acara Malacca Strait Jazz Festival.
Dua grup tuan rumah dari Bandung menjadi pendamping penampilan Steve Hunter Trio yaitu Karinding Collaborative Project dan Amy and Friends. Penampilan malam itu dibuka dengan suguhan oleh Amy and Friend yang terdiri dari Amy Kurniawan (violin) Heru Satwa (cahon), Didin (gitar), Ardi (Gitar) dan Noer (elektrik bas). Amy and Friends dengan penuh semangat memainkan 4 buah repertoar komposisi mereka sendiri dan satu karya gubahan yang diambil dari lagu Sunda “Manuk Dadali”. Secara keseluruhan komposisi yang dimainkan sangat nikmat didengar, pengolahan komposisi lebih dominan mengetengahkan violin sebagai instrumen yang memainkan melodi utama, barulah pengembangan tema lagu dimainkan silih berganti oleh 2 gitar akustik.
Penampilan kedua adalah Karinding Collaborative Project (KCP), grup yang terdiri dari Yudi Taruma di Swarha (kecapi), Tesla Manaf (Gitar), Bintang Manira Manik (Perkusi), Jalu Rohanda Baskara (Bas) Awenk Kurniawan (kendang Sunda dan instrumen tiup tradisional) dan Iyay (harmonika). Karinding malam itu memainkan 4 buah lagu dimana 3 lagu merupakan komposisi mereka. Dengan mencampur 2 unsur harmoni tradisi barat dan tradisi timur komposisi mereka menjadi kaya warna bunyi, unsur bunyi yang dihasilkan dua tradisi tersebut melebur menjadi kesatuan yang padu sehingga komposisi yang dihasilkan menjadi utuh, tidak terasa ada pertentangan dalam pola harmoninya. Penampilan Karinding semakin matang setelah sukses mereka di Java Jazz Festival 2008, sebuah group yang menjanjikan mengingat usia rata-rata mereka yang masih muda.
Steve Hunter Trio menutup penampilan malam itu dengan 5 buah karyanya, malam itu Steve Hunter membuka penampilan dengan progresif jazz-nya, dominasi bass sangat kuat sebab seluruh ide musikal datang dari Steve Hunter sebagai pemain Bass. Ade Rudiana musisi yang tergabung dengan grup Krakatau menjadi bintang tamu, dia memainkan kendang Sunda untuk salah satu komposisi, kolaborasi ini cukup memperkuat komposisi karya Steve terlebih pada saat terjadi dialog irama antara kendang dan drum. Dwiki Dharmawan tampil juga menjadi bintang tamu, beliau memainkan piano elektrik dan synthesizer. Dwiki yang sering berkolaborasi dengan Steve memberikan warna lain pada komposisi Steve malam itu, beberapa warna suara yang dihasilkan memperkuat bangunan komposisi yang di suguhkan oleh Steve Hunter trio malam itu.
Patut dicatat dari penampilan ke tiga group malam itu adalah; semua grup memainkan kekuatan energi dan semangat Jazz yang berbeda dari jazz yang selama ini kita kenal (mainstream), mereka menyuguhkan warna jazz yang ”membumi” – hybrid sehingga bisa memperkaya khazanah dunia musik jazz kita.
Kontributor: Djaelani – Penulis, Guru musik, Kurator Sabuga Jazz Fest For Freedom

