
Ketika menemui Carlos usai pentas di atas panggung Primus-Nathan Square, tidak terlalu sulit. Pria yang memiliki tinggi badan tak beda jauh dengan kebanyakan orang Indonesia gampang sekali diajak bicara. Penampilannya kali ini di Toronto DownTown Jazz Festival mendapat sambutan hangat dari audience yang duduk dibawah siraman matahari sore.
Carlos yang saat ini bermukim di German adalah musisi kelahiran Portugis, dia piawai dalam memainkan bass sebagai spesialisasinya, dan tergolong seorang musisi yang produktif dan kreatif. Di negaranya sendiri Carlos pernah mendapatkan julukan musisi terbaik sepanjang tahun 1998. Kali ini Carlos menamakan grupnya dengan kata Azul yang berarti biru.
Tidak jarang dia bersama grupnya melintasi daratan Eropa untuk mengisi festival-festival penting termasuk di beberapa Negara Asia. Sehingga ketika saya menyebut Indonesia, Carlos menunjukan keakrabannya.
Beberapa garapan musiknya mengisi karya-karya teater, dunia perfilman dan pertunjukan tari. Tidak heran salah satu station televisi berbahasa Portugis di Toronto mewawancari khusus setelah Carlos bersilaturahmi dengan mereka yang ingin berbagi rasa dalam mengapresiasikan penampilannya.
***
Beberapa bintang yang hadir dalam Toronto Jazz Festival tahun ini antara lain Arturo Sandoval plus Hilario Duran Trio, John Pizzarelli Quartet w/ Peter Appleyard plus Quartetto Guido Basso, John Scofield Trio plus Mike Stern Trio plus John Abercrombie Organ Trio, Marcus Miller, Blind Boys of Alabama plus Cyrus Chestnut Trio, Maceo Parker, Ahmad Jamal dan Dave Brubeck Quartet bersama Toronto Jazz Festival Orchestra.
Wartajazz.com lewat kontributornya menyajikan laporan pandangan mata dari kegiatan Jazz festival yang menarik ini. Simak laporan hari kelima acara tahunan Toronto Jazz Festival di tahun 2008. dan Menikmati Laila Biali.