FestivalNews

Sabtu siang di hari kesembilan bersama Richard Whiteman Quartet

Jam satu siang panggung Toronto Star di pusat aktivitas festival di isi oleh Richard Whiteman Quartet. Kali ini Richard membawa bassis Brandi Disterheft, drummer Sly Juhas dan Tenor Sax Ben Jansson. Ben sebenarnya orang yang berada ‘diluar’ posisi tiga nama terdahulu dalam kelompok ini yang menamakan diri Richard Whiteman Trio.

Berbekal pengalamannya lebih dari duapuluh tahun mengikuti berbagai kelompok mulai dari Orchestra, big bands sampai manggung bersama musisi-musisi kondang, Richard Whiteman tampil sebagai sosok yang dikenal banyak pencinta jazz. Jim Galloway sebagai sesepuh jazz Canada memuji permainan Richard. Ia mampu menerjemahkan secara lembut permainan Duke Ellington dan peka terhadap melodi yang kaya akan sebuah keserasian dari susuanan permainan, menurut penilaian Jazz Report. Filippo Rodolfi pianis dan komposer dari Quintetto Denner yang duduk disamping saya dengan suara berbisik mengatakan bahwa kehadirannya saat ini hanya untuk melihat permainan Richard.

Tetapi diluar dugaan semula dari Filippo yang hanya mengingini permainan Richard mulai berpaling setelah melihat permain Brandi Disterheft yang membuat matanya terus memperhatikan jari-jari Brandi memainkan bass sambil menggelengkan kepala. Inilah satu kekuatan dari grup ini yang menampilkan pemain bass Brandi Disterheft yang dua tahun bersama trio Richard, ia menjadi perhatian banyak penonton termasuk Rodolfi yang berkali-kali memuji sebagai bassis yang handal diwaktu-waktu kedepan, ia sudah menampakan permainannya yang kuat. Wanita berusia 25 tahun ini pernah mendapat pujian dari Oscar Peterson sebagai pemain yang memiliki kesamaan denyut nadi dalam memainkan bass gaya Ray Brown dan kelak menjadi pemain bass yang cemerlang. Peterson memang bukan asal bunyi, prestasi Brandi sudah dibuktikannya melalui Vienna Jazz Festival, Mary Lou William Jazz Festival, Montreal Int. Jazz Festival bahkan Carnegie Hall . Diusia remaja Brandi pernah tampil bersama ibunya pianis jazz Fran Jare di Vancouver, BC. Dan pemupukan bakatnya dikerjakan oleh legenda bassis dari Denmark Neils Henning Orsted Pederson, Rufus Reid , James Moody dan Danilo Perez. Mereka mendidik Brandi menjadi apa yang dilihat penonton siang ini.

Sedangkan Sly Juhas, pemain drums asal Mississauga kota yang berbatasan dengan Toronto lebih dibilang freelancer karena kebebasannya bermain dengan beberapa grup yang meminangnya. Tahun 2006 lalu ia menemani Laila Biali dan Brandi bermain diajang yang sama Toronto Jazz Festival. Dan tidak sedikit orang-orang  tenar seperti Diana Krall, Rob McConnel, Lorne Lofsky, Rick Wilkins dan Pat LaBarbera menjadi bagian dari penampilan kebolehannya.

Walau sebagai ‘orang luar’ dari Trio-nya Richard, Ben Jansson, pria kelahiran Michigan ini bukan orang baru dalam dunia festival, ia sudah manggung di Toronto Downtown Jazz Festival sebelumnya bahkan mengikuti banyak event terkenal baik dalam dan luar negeri, manggung bersama Ray Charles, bahkan George Benson pernah mengundangnya untuk main bersama quartetnya di Botsford Inn Jazz Festival di Detroit ketika masih duduk dibangku SMU.

Siang ini mereka saling bergantian  menunjukan kelasnya termasuk Sly yang duduk dibelakang drums, seringkali Don Vickery sang drummer dari Canadian Jazz Quartet yang merangkap photographer untuk festival ini membidikan cameranya.

Penampilan mereka merupakan reuni dari kelompok yang pernah tumbuh dalam satu wadah pendidikan Jazz di Toronto, Humber College dibawah asuhan Pat LaBarbera. Ben sendiri membuat salah satu lagu dalam albumnya untuk menghormati sang mentor berjudul “Pat’s Blue

Keinginan Richard untuk mengumpulkan rekan se-almamaternya berbuah pujian dari penonton yang mengisi ruang Concert Theater Nathan Philip Square.

Kontribusi Arthur Sailendra dari Toronto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker