News

Cara David Benoit Berdamai

David Benoit biang musisi di ranah smooth jazz ini kembali menyapa Jakarta untuk keenam kali, Sabtu (26/07/2008). Klub elit Moonlight House of Rhythm di Apartment Arcade, Jl KH Mas Mansyur, pun jadi ajang komunikasi antara sang musisi dengan para audiens dengan sajian jazz yang terkesan berdamai nyaris ke wilayah pop di antara denting gelas-gelas anggur kristal.

Tampil trio didukung David Hughes (bass) dan Jamie Tate (drum), Benoit mengawali penampilan dengan sajian khas smooth jazz pada nomor Beat Street. Sedikit beda dalam format rekaman. Di nomor pembuka ini, Benoit meracik warna samba untuk memancing aplaus penonton dengan memberikan kesempatan awal pada Tate beratraksi solo drum –walau sedikit keteteran dalam tempo. Maklum, belum panas barangkali.

Terkesan ingin menyatu dengan penonton, Benoit kemudian mengusung komposisi berbasis pop Human Nature yang dikenal sebagai music-thriller Michael Jackson. Namun di tangan Benoit, Human Nature jadi tidak natural lagi. Perpaduan keyboard dan grand piano, ditingkahi permainan variatif bass senar enam Hughes dan drum Tate, membuat Human Nature lebih hidup, kontemporer, dalam beat R&B jazz.

Para penonton pun tampak mulai bergoyang. Sebagian bertepuk mengikuti tempo dan irama musik sajian musisi berambut perak berusia 55 tahun itu. Tak terkecuali perancang mode kondang Harry Dharsono dan para model serta selebriti yang hadir malam itu.

Selebihnya Benoit menyajikan sejumlah komposisi terbaru dari album terbaru Heroes seperti Mountain Dance. Pada nomor ini, komponis jazz kontemporer yang tercatat lima kali sebagai nominee pemenang anugerah Grammy itu mempertontonkan teknik skill and speed yang harmonis. Nada-nada yang sangat rapat tiap birama, membuat para penonton sepertri deretan gunung es yang mencair, mengalir, dan bergoyang serempak.

Tak ingin kehilangan momentum yang mulai memanas, Benoit langsung merangkai Mountain Dance dengan Light My Fire dan Your Song yang rupanya cukup akrab di telinga sebagian penonton. Maklum, bagi penggemar musik tentu Your Song tidaklah asing karena inilah nomor hit sang legenda hidup pop dunia Elton John. Sebagian penonton bahkan mengikuti nada-nada Your Song dengan senandung kecil.

Dari dua nomor pop itu, terkesan sekali suami Kei dan ayah dari putri kecil June Koko itu mulai menurunkan posisi tawar dengan permainan standar nyaris ke wilayah pop dan sedikit funk. Berjuang untuk bertahan? Bisa jadi. Harap maklum, musik bergenre smooth jazz nyaris sekarat saat ini. Para komponis dan musisi smooth jazz mulai memasuki masa-masa meredup, walau sejumlahnya bintangnya masih berbinar seperti David Sanborn, Lee Ritenour, Dave Grusin, dan David Benoit sendiri.

Musisi yang pernah manggung di Gedung Putih pada tiga era kepresidenan mulai Ronald Reagan, George Bush Sr, sampai Bill Clinton itu sudah mengajarkan kiat pamungkasnya: raciklah sedikit warna R&B kontemporer yang lebih digemari dalam komposisinya.

Tidak kurang 16 komposisi dimainkan Benoit pada malam terakhir konsernya di Moonlight akhir pekan lalu. Plus tiga nomor encore karena penonton selalu kompak berteriak “We want more! We want More!”.

David seakan tak peduli pada jumlah penonton yang relatif sedikit pada konser dengan tiket berbandrol Rp 2.5 juta itu. Kalau pun ada yang mengganggu, malah dari sebagian penonton di jajaran depan yang terdengar asyik sendiri mengobrol dan ketawa-ketiwi.

Kontribusi: Rahmadian Noor

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker