FestivalNews

AKHIR PEKAN BERSAMA DANIEL JAMIESON QUARTET NEW YORK CITY DI THE PILOT TAVERN.

Walaupun tergolong muda, Daniel Jamieson yang tahun ini memasuki usianya ke duapuluh dua mengerti bagaimana menempatkan diri sebagai musisi yang bakal diperhitungkan dalam dunia jazz di masa datang. Permainan alto saxophonenya memaku penonton di Stealth Lounge, The Pilot Tavern Toronto. Ia bersama Harley Card (gitar), Linda Oh (bass) dan Austin Walker (drum), tergabung dalam Daniel Jamieson Quartet New York City.
Kelompok yang terdiri dari anak-anak muda ini menyuguhkan kekompakan bermain dengan beberapa karya yang ditulis Daniel, mereka memainkannya secara kolektif dengan harmoni, irama dan bentuk yang solid, disertai dengan kemampun permainan gitar dari Harley yang tergolong nyelimet, ia leluasa mengikuti nada-nada yang keluar dari alto sax yang ditiup Daniel, kedua orang yang menamatkan pendidikan musiknya di University of Toronto menunjukan bakat yang memukau para pengunjung.

Linda Oh yang berdiri di belakang Daniel, dengan santai memeluk double bass dan memainkannya secara lincah, sementara Austin yang bertugas menabuh drum juga menunjukan kebolehannya, kesatuan mereka bermain disambut tepuk tangan pengunjung di lounge.

Sebagai pemain saxophone yang berbakat, disamping memainkan karya-karyanya, Daniel menguji kemampuan memainkan alat tiup alto sax dengan membawakan lagu-lagu yang pernah dimainkan oleh para legenda saxophone salah satunya karya John Coltrane.

Daniel tidak hanya menuangkan talentanya sebagai peniup sax, tapi ia mengembangkan bakat lainnya sebagai penulis dan mengkomposisi lagu-lagu. Menulis puluhan karya untuk berbagai penampilannya dalam ensambel jazz, termasuk penampilan bersama Guido Basso, trumpeter kenamaan di Kanada.

Tiga personal grup ini (Daniel, Linda dan Austin)kini berdomisili di New York, Daniel dan Linda sedang mengejar studi masternya di sekolah yang sama, Manhattan School of Music, New York. Linda Oh sebenarnya warga Perth, Australia yang mulai menekuni jazz sejak usia limabelas tahun, ia memilki kemampuan bermain secara bervariasi mulai dari: Avant garde/free jazz, Bop/post bop, Big Band, Funk/soul jazz, Mainstream/swing, Modern/contemporary, World Jazz, Electronic/nu-jazz, Latin Jazz, Fusion.

Sang drummer grup ini dengan kepalanya yang dicukur plontos, terkesan agak enggan untuk ngomong, tapi saat diajak bincang-bincang disela istirahat, ekspresinya tidak seperti dugaan semula. Dia tidak asing dengan kata Indonesia, sebab pengalamannya nge-jam di cruise lines (kapal pesiar) Austin berteman dengan banyak crew kapal dari Indonesia. Dalam mengarungi kehidupan dunia jazz, Austin dipengaruhi oleh Duke Ellington, Miles Davis, Wayne Shorter, John Coltrane dan banyak lagi. Grupnya “The Austin Walker Quartet” sering bermain di klub-klub lokal maupun di luar New York.

Gitaris grup ini adalah seorang yang kreatif dalam aktivitasnya sebagai pemain dan komposer, beberapa CD sudah dirilis termasuk “Non-Fiction” sebagai bebutnya. Harley adalah sosok yang easy going dan menjadi tonggak dari tiga grup yang dipayungi: “Hobson’s Choice”, “God’s Gift to Yoda”dan “the Harley Card Quartet”. Tahun 2006 ia menyelesaikan kesarjanaannya dibidang Jazz Performance di University of Toronto, prestasi akademi yang diraihnya dalam jazz composition dari the Howl studio, disamping penerima Millennium Scholarship dan the Teachers Assistantship award.

Mereka ini memang sekelompok anak-anak muda yang dinamis dan kreatif, kekuatan yang mereka miliki ditunjukan melalui pemahaman akar jazz tradisional yang kokoh dengan proses belajar bertahun-tahun dijalur akademis, prestasi mereka akan terus mewarnai waktu yang dilewati.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker