Jazz di JogjaKomunitasNews

De’Click Ngejazz, Ajang Interaksi & Komunikasi Komunitas Jazz Jogja

Yogyakarta 25 Oktober 2008, Jazz memang belum sepopuler musik-musik jenis lain seperti pop dan rock, musik yang dianggap “eksklusif” ini harus diakui masih belum semua masyarakat mengapresiasinya walaupun sebetulnya anggapan bahwa jazz adalah musik yang “eksklusif” tersebut tidaklah tepat. Di Jogjakarta sendiri selama 8 tahun terakhir ini musik Jazz sudah mulai menampakkan perkembangan yang cukup menggembirakan, dimana semakin banyak munculnya musisi-musisi jazz, grup-grup jazz dan komunitas-komunitas jazz dan tentunya dibarengi dengan meningkatnya penikmat dan apresian jazz di Jogjakarta. Komunitas Jazz di Jogja seperti Jazz On The Street, Jazz Music Community, Jazz Ear Community dll saat ini meskipun sudah melakukan beberapa kegiatan tapi memang masih membutuhkan suatu ruang untuk ajang interaksi yang bersifat regular, dari pemikiran inilah yang memunculkan ide Djaduk Ferianto dan Elvis Sadad untuk menggelar program D’Click Ngejazz, yang akan diselenggarakan tiap  hari senin malam, diawali pada tanggal 27 Oktober 2008 di De’Click Coffe, Kotabaru.

Mengacu pada sifat musik jazz yang sangat terbuka, fleksibel dan komunikatif, menurut Djaduk “Jam Session” menjadi salah satu kekuatan musik jazz, ajang ini menjadi muara untuk saling berkomunikasi, inilah esensi dari musik jazz” lanjut Djaduk, “Bisa saja nanti yang datang dari komunitas film indie, musik rock, kroncong, otomotif atau person-person lain, bahkan tidak menutup kemungkinan Pak Walikota hadir untuk ber-jam session, mungkin tidak menyanyi atau main musik, tapi beliau bisa menyampaikan pesan atau sekaligus curhat,” imbuh Djaduk yang didampingi Elvis Sadad owner De’Click Coffe. De’Click Ngejazz akan diformat akustik. Program ini terbuka lebar bagi siapa saja musisi jazz yang ingin bermain dan ber-jam session, bahkan tidak hanya musisi jazz, musisi dari genre musik lain maupun komunitas lain juga dapat ber-jam session, sehingga ajang komunkasi dan interaksinya makin luas, akan sangat menarik misalnya menggabungkan musik jazz dengan puisi, pantomim, teater, film dan lain-lain, tentunya akan makin makin memperkaya warna musik jazz itu sendiri. Lewat program ini Djaduk dan Elvis ingin menepis anggapan selama ini bahwa musik jazz adalah musik yang eksklusif dan hanya bisa dinikmati kalangan-kalangan tertentu saja, batasan-batasan inilah yang akan dihilangkan lewat De’Click Ngejazz. Nah bagi para musisi dan penikmat musik
jogja khususnya jazz, tunggu apa lagi…jika anda hari senin malam luang waktu, silahkan datang ke De’Click Coffee menikmati De’Click Ngejazz. (Ajie Wartono/WartaJazz.com)

Related Articles

8 Comments

  1. perkembangan musik jazz jogja 3 tahun trakir ini sangat pesat..
    untuk event mulai merebak…tiket pun banyak sold out..itu menandakan meningkatnya jazz lover dikota gudek..

    seharusnya publikasi untuk daily event seperti di atas, dipublikasikan lebih gencar lagi…karna banyak komunitas jazz yang blm tau..

    ironisnya slama ini komunitas jazz jogja hanya bertukar info seperti di atas dari mulut kemulut atau website wartajazz dan radio..
    selebihnya sudah baik…
    maju truz wartajazz!!

    salam jazZholic,..

  2. mau gabung jogja jazz club nich…
    comunitas bkn sih???
    mw menimba ilmu nih… biar bisa ikutan main jazz
    gmn ya????

  3. Bisakah saya dapat info rutin pagelaran musik Jazz di Jogja? Karena terkadang saya terlambat dapat info. Jika berkenan hubungi saya di 081548552910. Nuwun.

  4. @adhi: bener banget . PADMANABA JAZZ#2 sedang dalam proses .
    info lengkapnya menyusul .
    kira-kira setelah tahun ajaran baru .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker