Jazz di Batam & BintanNews

Asean Jazz Festival hari pertama diguyur hujan

Acara Asean Jazz Festival yang digelar pada tanggal 22 November 2008  di Batam diawali oleh hujan yang cukup deras di arena panggung, sehingga kegiatan sound check terhenti bahkan acara yang sedianya dimulai pada jam 5 sore itu terpaksa diundur sampai pukul 07.30 malam.  Penonton yang hadir sekitar 200-an orang. Pembukaan  Asean Jazz Festival diawali dengan hadirnya kelompok Batam Jazz Big Band. Sedikit demi sedikit penonton yang hadir mulai merapat ke pinggir panggung yang terdiri dari dua stage kanan dan kiri.

Ozenk Percussion dari Bandung yang menggunakan bambu sebagai alat tetabuhan plus rampak gendang yang dipadukan dengan peralatan modern membuat suasana semakin hangat dan  meriah. Uniknya para personil yang hadir dipanggung menggunakan semacam masker yang terbuat dari bambu. Penampilan mereka sungguh atraktif dan  penuh improvisasi. Ozenk sendiri terbentuk pada tahun 1997 yang dimotori oleh Deny Tudirahayu. Deny yang kemudian dikenal dengan nama Ozenk merupakan seorang musisi, komposer sekaligus visual artis asal kota Bandung, Jawa Barat.

Penampilan yang  tak kalah menari di suguhkan juga oleh Glen Dauna dkk, Tao Combo, dengan musik ritmik yang riang , kemudian juga hadir Imel Rosalin yang mengetukkan jemarinya di papan tuts piano dengan tak lupa melantunkan lagu yang pernah popular darinya berjudul Stroberry.

Disela-sela pertunjukan MC berkali-kali mengumumkan kesempatan bagi para jazzlovers untuk bersantap malam bersama Paman Bob James dengan hanya membayar 5 juta rupiah. Hingga laporan ini diturunkan, kami tidak mendapatkan data apakah ada jazzlovers yang tertarik dan ambil bagian dalam program ini.

Hari pertama pergelaran Asean Jazz Festival ini dimeriahkan oleh para tamu luar negeri antara lain Mint asal Thailand yang bermain saxophone bersama Glen Dauna dan Jeffry Tahalele. Tampil pula Melissa Tham, yang menyeberang dari Singapura ikut meramaikan pentas jazz yang digelar di pelataran Costarina. Juga hadir Lewis Pragasam (drumer dan perkusionis Malaysia kelahiran India) yang memang sudah sangat akrab dengan beberapa musisi Jazz indonesia. Lewis yang dikenal dengan kelompok Asia Beat dan Bali Loungenya manggung bareng Indro Hardjodikoro sang pembetot bass.

Irama Jazz terus bergema sampai tengah malam, kini kehadiran Rieka Roslan dengan grupnya menjadikan jazzlovers yang hadir ke Asean Jazz Festival semakin akrab dan hangat. Rieka mengajak para penonton untuk melakukan gerakan memutar  dan meliukan tubuh untuk  bergembira bersama. Termasuk Sapta Nirwandar – Dirjen Marketing Budpar RI, dan Indra S. Said selaku event organiser acara AJF tak kuasa menolak ajakan Rieka untuk bergoyang.

Hari pertama Asean Jazz Festival ditutup dengan kehadiran Balawan yang memainkan dua gitar sekaligus. Sajian ini membuat para pengunjung bertahan. Penampilan Balawan berakhir menjelang subuh.

Related Articles

2 Comments

  1. akhirnya Batam jadi tuan rumah lagi buat event berskala Asean…ideanya keren, artisnya OKE punya, cuma line-upnya berantakan, soundsystemnya acak-acakan…halah!!!….suka ngasal ya orang kalo kerja, nggak mikir ini acara bagus, gimana nama Indonesia nggak ancurrr…wong pengisi acara sekelas Bob James, Tetsuo Sakurai…. di kasih sound system kacangan kelas festival lokal..
    HUHHHH!!!…asli pengen gw timpukin tuh EOnya yang sembarangan kerja….cuma cari duit doang..nggak mikir kualitas….
    Justru dengan jadi penonton biasa gini, gw jadi bisa lebih tau apa sebetulnya kualitas tontonan alias entertainment itu….Ide dan konsep boleh bagus, tapi musti di dukung dengan kualitas semuanya…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker