FestivalJak Jazz FestivalNews

Pesan kehidupan Debu di Jak Jazz 2008

Debu adalah entitas yang didirikan Syekh Fattaah. Mereka menyuarakan pesan kehidupan yang universal. Karena personelnya muslim maka pesan tadi dibawakan secara islam.

Isi pesan dari Debu adalah hidup ini nikmat. Bukan nikmat yang sesaat. Tapi nikmat yang terus ada sehari-hari sebagai wujud dari cinta kepada sang Khaliq.

Musik adalah salah satu perantara yang digunakan Debu Untuk mengajak orang kepada kebaikan. Karya mereka diwarnai banyak aliran musik; musik etnik dari gambus sampai dangdut dan terakhir Debu
memasukkan unsur musik rock (saat berkolaborasi dengan kelompok Slank).

Di festival Jak Jazz 2008, seperti kata Mustafa, music director sekaligus vokalis utama Debu, bersama kelompok Jazzmint mereka menampilkan suatu yang baru, sesuatu yang beda. Debu menghadirkan tiga karya mereka dalam format big band.

“Keren! buat Debu keren banget!” kata Mustafa. “ini sebuah pengalaman yang bagus. Sebuah pendidikan yang menambah wawasan kami. Saya sebelumnya tidak tahu jazz,” lanjutnya tentang bagaimana hasil kolaborasi tiga lagu Debu dan sebuah komposisi instrumental yang dibawakan di panggung Jazz On Green malam hari ketiga pesta akbar jazz itu.

Malam itu Debu hanya mengikutkan 7 (dari total 12 orang) personelnya, yaitu Mustafa (vokal), Saleem (peniup suling), Daood dan Wahab (perkusi), Dimas (flamenco guitar), Lutfi (tabla –  tetabuhan etnis india) dan Mujaheed – (bass). Meski baru dihubungi Yuyun George, konduktor Jazzmint, 3-4 hari sebelum konser, mereka dapat menyatu dalam format bigband dan menampilkan berturut-turut; ‘Nikmat Tak Dihargai’, ‘Setiap Bangsa’, ‘Hentakkan Kaki Kawan’ dan ditutup sebuah karya Munif Bahawan yang berjudul ‘Bunga Nirwana’ dengan baik dan mengundang banyak penonton ramai datang ke panggung kecil di bawah pepohonan itu.

Seperti di lagu Hentakkan Kaki Kawan; “…Jangan duduk berdirilah / hentakkanlah kaki kawan / juga tangan bertepuklah / berputarlah badan …“, kolaborasi Debu dan Jazzmint membawakan lagu itu dengan atraktif membuat penonton berdiri ikut bertepuk dan bernyanyi. Ditengah nyanyian, Mustafa menyampaikan pesan, “Ini lagunya bersemangat. Karena apa pun yang kita kerjakan harus dengan semangat itu.”

Contoh aplikasi pesan itu ditunjukkan Debu di pentas Jak Jazz. Meski di awal kedatangan, mereka sedikit tidak yakin karena letak panggung seperti disebut Mustafa, “…agak ketutup dan tersingkir…” Namun mereka tetap semangat tampil maksimal dan sepakat menyebut kehadiran di Jak Jazz adalah kesempatan yang bagus. Debu berharap meski untuk itu butuh lebih banyak latihan, penampilan mereka dapat menambah jumlah pendengar sehingga pesan sampai lebih luas.

Yuyun George

Tentang kolaborasi Debu dengan format big band versi Jazzmint, Mustafa menyebutkan, “…Big band punya kalangan terbatas. Untuk di sini (di arena festival Jak Jazz, red) bagus. Sangat bisa banget. Namun untuk kemana-mana di Indonesia, mungkin bisa dikatakan belum (bisa).” dan ia lanjutkan, “(Kolaborasi) ini bagus dalam tempatnya. Tapi saya rasa kalau Debu untuk dirubah gaya tidak mungkin… Karena akan terlalu sempit buat pendengar Debu.”

Lagu pertama adalah lagu yang paling kental rasa swingnya. Lagu yang sudah dibuat bulan Mei lalu, baru dapat bentuknya setelah Yuyun mengubungi mereka beberapa hari yang lalu. Lagu yang berjudul Nikmat Tak Dihargai itu dimulai dengan inspirasi beat drum, baru kemudian masuk ke dalam gabungan musik etnik yang biasa Debu bawakan dengan unsur jazznya.
Yuyun George menambahkan hasil kolaborasi big band-nya dengan Debu, “Saya sendiri takjub. Saya sendiri yang buat aransemennya. Karena terus terang lagu Debu itu indah. Aku penggemar Debu …,” kemudian kembali ia tegaskan di akhir wawancara, “…Takjub, aku sendiri, gila, ternyata (hasilnya) bagus ya, Ternyata OK banget!” Tepuk tangan untuk Debu! Dan tepuk tangan juga untuk Jazzmint big band yang tetap setia membawakan lagu-lagu Indonesia.

Related Articles

2 Comments

  1. Untuk Debu………
    jangan sampai tenggelam di telan Zaman yang makin musingin kepala….
    “DEbu So Good”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
WhatsApp Perlu bantuan?