News

Donny Suhendra merilis Disini Ada Kehidupan versi compact-disc

donny-suhendraDonny Suhendra, adalah gitar, lagu-lagu “gitar”nya yang kaya. Khas, seringkali dengan topinya di atas panggung. Selain, ekspresinya saat memainkan gitarnya.

Satu ketika, seorang Dewa Budjana-pun mengakui Donny Suhendra adalah salah satu gitaris idolanya, yang begitu membuatnya ingin sekali berkenalan dan mengajak ngobrol.

Sementara Tohpati mengatakan, kebanggaannya ketika ia diajak Donny Suhendra bermain bareng dengan Donny Suhendra dan Oele Pattiselanno. Keduanya suhu, keduanya gitaris favorit, keduanya pendekar gitar. Tentu saja, ia girang bukan main ketika kedua “senioren”nya itu mengajaknya bermain bersama dalam formasi, OTD (Oele-Tohpati-Donny Suhendra).

Donny telah menjalani karir musiknya sejak akhir 1970-an. Ia tercatat pernah bergabung ataupun ikut mendirikan pelbagai kelompok musik (jazz dan fusion) di Bandung seperti G’Brill, Harry Roesli-DKSB, d’Marszyo sampai masuk Elfa’s Music Studio. Lalu juga BOM, selain Square Band.

donny-suhendra-disini-ada-kehidupanNamanya lantas mencuat keatas setelah ia tampil bersama Krakatau. Satu nama kelompok musik fenomenal di tahun 1980-an, yang seolah menjadi grup musik fusion terdepan selepas merajai ajang kontes band bergengsi (waktu itu, di era 80-an), Light Music Contest 1985.

Kemudian iapun tercatat masuk formasi, Indra Lesmana Quartet. Lantas masuk Indra Lesmana Java Jazz, Adegan. Ia ikut mendirikan kelompok Big City Blues. Masuk pula dalam formasi trio bersama Yance Manusama dan Gilang Ramadhan bernama, Dongilyan. Tercatat ia juga terlibat dalam kelompok musik Gilang Ramadhan NERA, selain mendukung Syaharani Queenfireworks.

Tak pelak serangkaian perjalanan karir musiknya nan panjang, telah menempatkannya sebagai salah satu gitaris jazz (dan blues) terbaik yang dimiliki negeri ini. Ia menjadi makin “lengkap” dalam karir musiknya, setelah iapun menciptakan berbagai-bagai karya lagu.

Di tahun 2000, solo album perdananya, Di sini ada Kehidupan, dirilis dalam versi Kaset oleh Chico & Ira Production. Saat itu, album tersebut, dianggap sebagai salah satu album solo dari musisi yang paling awal dan yang terbaik.
Sekian waktu kemudian, Donny Suhendra yang lulus dari ITB jurusan Desain ini, berupaya dalam melanjutkan karir musiknya, dengan menghasilkan album musik berikutnya. Namun memang segenap rencananya tersebut, menemui berbagai macam kendala.

Akhirnya, rintangan demi rintangan tersebut, menciptakan ilhan kepadanya. Kenapa tidak merilis kembali solo album perdananya, namun dalam versi compact-disc. Hal ini juga lantaran banyak penggemarnya, dan terutama para gitaris, menanyakan solo album perdananya tersebut.

“Sudah 6-7 tahun kemudian, kok makin banyak saja yang menanyakan, bagaimana bisa membeli album saya yang pertama itu. Kebanyakan memang menanyakan, keluarin ga versi CD nya,”cerita Donny. Dan akhirnya, iapun bersepakat dengan indiejazzINDONESIA, sebuah perekam independen. Ada bentuk visi dan misi yang sejalan, dan dengan mimpi2 yang sama,itu alasan Donny kenapa akhirnya iapun menjalin kerjasama dengan indiejazzINDONESIA.
Bersama indiejazzINDONESIA, Donny kemudian menuntaskan versi CD dari debut albumnya tersebut. Dilakukan pula, remastered yang kembali ditangani oleh sahabatnya, Indra Lesmana.

Dan versi repackage dari album tersebut, juga memuat satu lagu baru, bertitel ‘Aku adalah Aku’. Donny “menemukan” seorang penyanyi muda bertalenta, Hans Bartel namanya. Hans itu, terang Donny, didapatnya dari informasi teman-teman musisi. Setelah saya ketemu dan mencoba suaranya, “Saat itu juga saya kayak kontak tuh dalam hati saya, ini nih yang saya cari..,” jelas Donny lagi.

Album Di sini ada Kehidupan berupa repackage dalam bentuk hanya CD tersebut, dirilis secara resmi mulai Minggu kedua Februari 2009 ini dengan harga jual Rp 40.000,- (empat puluh ribu rupiah).

Proses akhir untuk mempersiapkan album repackage ini, menyita waktu hampir 3 bulan lamanya. “Ini album yang sebagian besar instrumental, memuat karya-karya lagu saya sendiri, yang berangkat dari perjalanan hidup saya..”
Donny tidak menampik bila disebut, album ini bernuansa spiritual. “Bukan musik yang Islami ya, bukan ke arah itu. Tapi lagu-lagunya memang semacam potret dari apa-apa yang saya alami, saya lewati, saya rasakan sepanjang kehidupan saya. Ini juga mensyukuri atas segenap nikmat berkahNYA yang saya dan keluarga saya rasakan dan alami selama ini.”

Album ini didukung oleh para sahabat-sahabat musisi seperti Gilang Ramadhan, Pra Budhi Dharma, Syaharani, dr.Iwang Gumiwang, Indro Hardjodikoro, Aksan Sjuman, juga Indra Lesmana. Nama terakhir, juga bertindak sebagai sound-engineer untuk proses mixing dan mastering album ini.

Musiknya Jazz? Donny hanya senyum dan berkata, biarlah semua pendengar musik saja yang bisa menyatakan musik saya ini jazz atau rock atau blues atau apapun. “Saya memainkan musik yang ingin saya mainkan. Semuanya mengalir begitu saja, tanpa saya berpikir-pikir, ini jazz atau blues atau apapun.”

Di sini ada Kehidupan rasanya adalah sebuah produk musik yang harus dimiliki oleh para penggemar musik, terutama para penggemar musik jazz. Donny mungkin saja bisa terdengar seperti Pat Metheny, Scott Henderson, Larry Coryell misalnya. Tapi kalau kita menikmati lagi, lebih mendalam, permainan gitarnya maka kita akan dapat menemukan kekhasan dalam bentuk sajian permainan gitarnya.

Ia menyatakan, tidak berminat meniru siapapun. “Saya dengarkan semua gitaris, dari berbagai aliran musik. Saya seperti berguru dengan hasil-hasil rekaman mereka, dan mereka semua adalah para pendekar-pendekar gitar dunia. Dan pastinya saya, kalau meniru mereka, jauhlah dan nggak mungkin bisa menyamai mereka.”

Harapan Donny, publik penggemar musik akan dapat menerima dengan tangan terbuka, sajian albumnya ini. Semoga yang mendengarkan musiknya bisa menenangkan hati mereka masing-masing….

Anda yang tertarik membeli, dapat menghubungi sales@wartajazz.net atau telpon ke 021-8310769.

Tags

Agus Setiawan Basuni

Pernah meliput Montreux Jazz Festival, North Sea Jazz Festival, Vancouver Jazz Festival, Chicago Blues Festival, Mosaic Music Festival Singapura, Hua Hin Jazz Festival Thailand, dan banyak festival lain diberbagai belahan dunia.

Related Articles

One Comment

  1. Bang Donny.. saya salah seorang penggemar anda dan telah membeli album CD anda yang terbaru ini. Hanya satu kata yang dapat saya sampaikan mengenai album ini ===>”DAHSYAT”..Saya paling suka lagu “KANO” dan “GATE TO THE OUTWORLD” dan bisa dengerin lagu ini ber-ulang2 dlm sehari..tapi secara keseluruhan komposisi musiknya canggih dan sangat membuat saya semakin kagum thd anda…maju terus Bang Donny..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
WhatsApp Perlu bantuan?