Java Jazz FestivalNews

Eliane Elias: Kembali ke Akar

jjf0901-aw-0512-eliane-eliasDengan mengenakan gaun malam hitam panjang , Eliane berjalan melenggang  ke atas panggung mengikuti  Rafael Mendes (drum), Rubens (gitar) dan Marc Johnson (bassis sekaligus suami Eliane) yang sudah mendahuluinya. Penampilannya malam itu masih cukup  menawan meski usianya sudah mendekati lima puluh tahun. Setelah duduk di atas kursi piano dengan senyum menyapa kepada penonton, mantan istri trumpeter Randy Brecker ini langsung meluncurkan salah satu tembang dari sampul terbarunya “Bossa Nova Stories”, ‘Chega de Saudade’, yang juga merupakan lagu bossas pertama.

Setelah dibuka dengan suguhan tembang relaks dan sensual tersebut,  pianis sekaligus penyanyi yang baru pertama kali tampil di Indonesia tersebut mencoba menyapa para penonton di panggung Assembly 3 Jakarta Convention Center.  Sejenak kemudian beberapa koleksi standard dengan aransemen bossas seperti ‘They Can’t Take That Away From Me’ dan ‘Tangerine’ meluncur dengan mulus. Selain itu tentu saja beberapa komposisi beraroma samba dan bossa lainnya tidak ketinggalan dieksekusi seperti ‘Falsa Baiana’ dengan liriknya yang jenaka. Sayang, justru karya klasik milik Jobim ‘The Girl From Ipanema’ absen dalam kesempatan tersebut.

Kalau kita amati gaya permainannya, Eliane cukup ketat mengawal ritmik dengan chord tangan kirinya. Walaupun demikian, ruang improvisasi masih tetap terbentang. Justru kadang menambah segar improvisasi yang dilakukannya. Belum lagi peran gitar yang melakukan hal serupa. Anehnya, tidak banyak overlapping di antara keduanya. Bassisnya mempunyai sound yang lunak dan empuk sehingga cenderung mengawal mereka di atas jalan yang aman saja.

Penampilan perempuan kelahiran Sao Paulo Brasil pada tanggal 19 Maret 1960 ini menambah meriahnya hari pertama penyelenggaraan Axis Java Jazz Festival 2009 (6/3/2009). Belum lagi kita juga mempunyai kesempatan untuk menyaksikan penampilan Marc Johnson langsung. Kata Eliane, Marc Johnson merupakan bagian dari sejarah jazz itu sendiri. Rasanya setuju saja. Mengingat kiprahnya dimulai sejak dia bergabung dengan pianis legendaris Bill Evans atau ketika membentuk group Bass Desire.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker