FestivalJava Jazz FestivalNews

Sihir Roy Ayers

jjf0902-as-0182-roy-ayersMenyaksikan rombongan Roy Ayers adalah pengalaman live sesungguhnya. Slot adegan bebas berarti saatnya tampil total. Maka, judul “A Night in Tunisia” (Dizzy Gilespie) berubah derajat jadi a night full of heat. Tema perburuan yang menegangkan, siapa mengekor, siapa dikejar, selalu berganti; solo saksofon atau solo vibrafon elektrik bersuara string-synth. Usai tiup cerewet alto Raeford Gaskin Jr. dan permainan dua mallet Ayers yang sibuk, ride Lee Pearson (drum) jeda untuk beri bassist Donald Nicks tempat. Sisi hiburan keluar saat Nicks merepet melayang hingga keluar fret teratas. Ulah yang diikuti pula oleh Pearson dengan keluar posnya hingga memukuli lantai ke sisi panggung, berlarian bolak-balik. Pearson juga sempat bermain-main dengan menyilangkan tangan ke belakang maupun bercanda meletakkan stik tanpa dipegang, setimbang di atas kepalanya sambil bermain dengan tangan lainnya. Di bagian akhir, band sempat sengaja berhenti mendadak, mengomando penonton berkur kompak menyelesaikan reff lagu ini (di luar dugaan, banyak sekali yang hafal lagu standar ini).

Untuk nomer-nomer yang dingin, komposisi Ayers benar-benar berkesan laid back dengan iringan tempo santai piano elektrik (suara Rhodes) yang mencirikan harmoninya (dimainkan Mark Adams). Band ini juga menyisipkan bumbu kur vokal natural pria kulit hitam yang renyah, bahkan dalam komposisi ”Serchin’” yang irit lirik. Penampilan interaktif tetap dipertahankan saat ”Everybody Loves The Sunshine” dengan mengajak penonton menyanyikan bait ”feel what I feel, when I feel, what I feel, when I’m feelin …” yang kemudian diulang-ulang dengan mengganti-ganti kata feel dengan do, love, dll.

Dahulu kreasi Ayers ”Move to Groove” di Ubiquity (1972) menjadi prototype acid jazz. Berkasnya masih terdengar dari seleksi kord dominant yang kental dan groove lagu-lagu malam itu (08/03/’09). Vibrafonis kelahiran Los Angeles 10 September 1940 ini banyak terlibat album jazz masa keemasan West Coast (saat cool berkontras dengan hard bop di gugus pantai yang berlawanan).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker