News

Party People dan Jamiroquai

jamiroquai-04

Konser malam itu (2009/04/08) mengingatkan pada satu waktu: saat bassist Maliq & D’Essentials (Jawa) menyeru penontonnya dengan panggilan party people. Yang dimaksud tentu bukanlah partai ataupun pesta rakyat semisal pemilu. Malah sangat mungkin, ikon-siluet-bertanduk di pesta malam itu lebih mereka kenal ketimbang deretan gambar pada kertas suara esok harinya. Pemilik ikon itu adalah supergrup Jamiroquai. Rombongan yang memboyong pesta ke mana-mana orang mencarinya. Mesin drum yang tak pernah lelah (Derrick McKenzie) bersahabat setia dengan denyut funk bass (Paul Turner); dikelilingi warna retro-vintage Rhodes (Matt Johnson); kocokan gitar (Rob Harris); detil denting triangle, timbales, hingga detak latin conga (William Fry). Selebihnya adalah disko sepanjang jalan.

Jason ”Jay” Kay adalah pesona panggung yang lekat dengan reputasi Jamiroquai. Dalam nada bicara pendek-pendek, seolah tak lebih dari aksen penguat lagu, gaya bernyanyi Kay cool-blended, sengaja berperan layaknya instrumen lain. Untuk menyapa Jakarta, penggemar aneka topi itu menjatuhkan pilihannya pada fedora bercorak catur, menghalangi sebagian mata kiri, serasi mengimbangi dansa khasnya.

jamiroquai-06

”Virtual Insanity” adalah lagu yang membawa ekspos lampu sorot dunia ke band ini. Pencapaian artistik video klipnya (disutradarai Jonathan Glazer) pun merupakan terobosan, benar-benar sesuai tajuk album: travelling without moving. Percaya atau tidak, kromosom jazz Jamiroquai yang nyata ada dalam nomer ini. Ramuan cycle-of-fifths yang tak pernah usang ditambah trik cerdas mengulang-ngulang dalam tujuh birama sehingga birama ke delapan bisa jatuh di titik lain siklus ini. Sayangnya, setelah ditunggu-tunggu tidak kunjung muncul. Jatah encore pun diambil gelegar ”Deeper Underground”. Jadi, secara total pilihan-pilihan interaktif untuk melantailah yang diluncurkan: ”Space Cowboy”, ”Allright”, ”Little L”, ”Cosmic Girl”, dll.

***

Konser berlangsung di bangunan konvensi anyar daerah Sentul; penuh-sesak tidaklah sehari-hari di sini. Bingar sesi drum and bass akhirnya usai tengah malam dan kerumunan party people resmi bubar. BTS yang kritis overload pun berangsur pulih seiring pulangnya lalu lintas Blackberry ke Jakarta (untuk kemudian membanjiri Facebook esok harinya).

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker