News

The Blue Note Years: The Photography Of Francis Wolff and Jimmy Katz

miles-davis

Musim semi 2009 ini JazzPrezzo akan merilis buku berjudul The Blue Note Years: The Photography Of Francis Wolff and Jimmy Katz dalam rangka merayakan 70th Anniversary Blue Note Records, perusahaan rekaman palng penting dalam sejarah jazz.

Buku yang berbentuk coffee table book – artinya sering diletakkan di ruang minum kopi – memuat pula dua buah CD yang menggambarkan perjalanan label ini mulai dari awal hingga masa sekarang, lewat kacamata dua photografer master ini. Gambar-gambar yang disajikan banyak yang belum pernah di munculkan, terutamanya sesi rekaman dan momen lainnya. Bahkan dalam rangka mengapresiasi koleksi unik ini, Jewish Museum of Berlin merencanakan akan mengadakan pameran khusus pada musim gugur 2009 nanti.

cassandra-wilson

Ingo Wolff, designer pemenang banyak penghargaan dipercaya menggarap buku ini selain menampilkan essays dari produser Michael Cuscuna, president Blue Note Bruce Lundvall, recording engineer Rudy Van Gelder, dan penulis sejarah jazz Ashley Kahn.

Wolff Rolleiflex menangkap berbagai perkembangan penting dari era traditional dan swing tahun 40an hingga bebop, hard bop, soul, avant-garde, bahkan fase awal dari fusion.

john-coltrane

Foto-foto yang termaktub dalam buku ini diantaranya musisi jazz legendaris Sidney Bechet dan Thelonious Monk, Art Blakey dan Horace Silver, Miles Davis dan Clifford Brown, serta Sonny Rollins dan John Coltrane, yang merupakan nama-nama penting dalam sejarah jazz dunia. Cerita kemudian berlanjut menuju Jackie McLean, Herbie Hancock, Dexter Gordon, Freddie Hubbard, Lee Morgan, Grant Green, Ornette Coleman, Cecil Taylor, Don Cherry, Andrew Hill, Cassandra Wilson dan Joe Lovano.

andrew-hill

Foto hitam putih milik Wolff menggambarkan nuansa yang intim, relaks dan penghormatan pada musisi dan hasil karyanya, dan menempatkan para pemain jazz ini ke posisi sebagai pahlawan. Apa yang ingin dia bagi bahwa musisi-musisi dalam buku ini bekerja sangat intens, baik sendiri ataupun saat bersama-sama, memainkan musik atau bercakap-cakap, baik dengan pandangan mata terbuka bahkan tertutup karena gairah musikal yang mereka rasakan.

Diawal sembilanpuluhan, Blue Note menemukan found semangat spiritual yang dimiliki Wolff pada Jimmy Katz yang juga memiliki gaya tersendiri. Seperti halnya Wolff, Katz dapat menangkap momen yang tepat, mem-frame-kannya, memberikan cahaya yang tepat dan mengambil gambar dalam hitungan sepersekian detik. Karir mereka berdua memiliki kemiripan. Keduanya menggunakan kamera lebih dulu, jatuh cinta pada jazz dan akhirnya menciptakan gaya visual yang matang dan memiliki ciri. Seperti halnya gambar yang diambil Wolff, portrait milik Katz dapat dikenali secara instan.

thelonious-monk

Ashley Kahn menulis, “Seeing (Melihat-red) seperti banyak dikatakan banyak orang adalah is believing (Percaya). Dalam karya Wolff dan Katz keduanya memiliki kedalaman referensi tentang musik, menangkap sehingga kita beruntung dapat menyaksikan beberapa momen khusus dan sangat bersejarah”. Bruce Lundvall menambahkan, “Buku ini adalah hadiah ulang tahun ke 70th terbaik yang Blue Note dapatkan.”

Informasi lebih lanjut silakan kunjungi website berikut
http://www.jimmykatz.com
http://www.mosaicrecords.com
http://www.jazzprezzo.de

Tags

Agus Setiawan Basuni

Pernah meliput Montreux Jazz Festival, North Sea Jazz Festival, Vancouver Jazz Festival, Chicago Blues Festival, Mosaic Music Festival Singapura, Hua Hin Jazz Festival Thailand, dan banyak festival lain diberbagai belahan dunia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker