News

Florian Ross Trio di Serambi Jazz

Serambi Jazz: Florian Ross (piano)
Serambi Jazz: Florian Ross (piano)

Lembut bermanis-manis dengan ”Lucky for Quarter” (”Big Fish & Small Pond”, 2006) menjadi petunjuk arah, akan ke mana kita di menit-menit kemudian (2009/04/17). Namun, ia dibuka justru dengan pengecoh aksi bebas kontemplatif bertema Sunda. Laras natif yang bisa segera dikenali dengan kuat tersebut dikenalkan kepada pianis Florian Ross sehari sebelumnya di UPH. Tur (sekaligus workshop) trio piano akustik Ross menjadi angin segar panggung jazz di perbatasan kontemporer dan tradisi dengan sekaligus menjangkau spektrum pendengar yang lebar.

Salah satu petunjuk mudah untuk mengetahui bagaimana seseorang menyuarakan suara-jazz-pribadinya adalah dengan menyimak interpretasi ulang karya klasik yang jelas-jelas milik orang lain. Tidak tanggung-tanggung pilihan Ross adalah ”Giant Steps” (John Coltrane). Nomer yang kerap didaur-ulang ini tidak menjadi kopian basi anak kemarin sore. Ross meregang tempo, memecah menjadi fragmen berjeda, sehingga tidak dikenali lagi sebagai nomer rapat yang berderap cepat.

Ross adalah komponis Eropa yang tekun menggali khazanah klasik dengan melihat ke depan. Tidak salah jika kita kemudian merasakan kekayaan interaksi trio piano masa lampau dengan secara bersamaan menemukan kesegaran baru. Seolah tidak ditengahi oleh perangkat penguat suara, penonton konser di auditorium Goethe Haus menikmati permainan langsung dari sumbernya: piano, bass (Dietmar Fuhr), dan drum (Jonas Burgwinkel). Suasana nyaris hening dengan selingan ketegangan kecil menahan nafas ini menajamkan detil semisal suara pelan Fuhr mengikuti betotan solonya untuk ”Heads Up” ataupun desis ride-cymbal Jonas.

Simetri trio ini memang diwujudkan lewat permainan ensambel yang imbang, saling luntur, dan tidak menonjolkan diri. Akan tetapi, Jonas tidak ragu untuk memberikan aksen kuat snare-drum ataupun simbal bila dibutuhkan. Ross pun sesekali memberikan tekanan tegas di deret tinggi pianonya. Secara intensif trio ini menjelajah warna nada yang sama dari atas, maupun dari bawah, dengan piano sebagai pusatnya. Mereka telah lama terlibat proyek trio ini sejak album ”Home and Some Other Places” (2005).

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker