NewsProfile

John Kaizan Neptune

Musisi alat tiup ini lahir di Oakland, 13 November 1951. Namanya selalu berasosiasi dengan shakuhachi, flute jepang yang terbuat dari bambu – meskipun awalnya belajar trumpet dan sempat menjadi drummer band rock.Ia menggunakan instrumen ini diluar konteks tradisi asli dengan memainkannya bersama musik jazz dan lainnya.

John ‘Kaizan’ Neptune belajar etnomusikologi di Universitas Hawaii tahun 1971 bersama seorang bhiksu Jepang. Meskipun alasan utamanya karena ingin surfing!. “Saya tertarik belajar tabla India”, ujarnya mengenang. “Namun saat itu di Hawaii tak ada seorangpun yang memiliki keahlian itu. Sehingga pilihan kedua jatuh pada shakuhachi”.

Saat melanjutkan studinya di Kyoto Jepang, ia benar-benar serius mendalami hal ini, hingga dianugerahi “shi-han” atau sertifikat master dari Tozan School of Shakuhachi. Ia mendapat nama tambahan “Kaizan,” yang artinya Sea Mountain. Neptune kini juga membuat shakuhachi dan berbagai instrumen bambu lainnya diworkshop yang dimilikinya.

Musisi yang kini menetap di Jepang ini telah merili 21 album. Salah satu albumnya, Bamboo, meraih posisi Outstanding Album of the Year tahun 1980 oleh Cultural Affairs Agency kementrian pendidikan Jepang, yang mana penghargaan ini adalah yang pertama kali diterima oleh artis non jepang.

Ketertarikan pula pada musik tanah hindustan memberikan inspirasi untuk merilis  “River Rhythm” yang membawanya berjalan-jalan menuju Madras, India, dan bergabung dengan sejumlah musisi Indian dengan segala instrumen yang eksotis. “Saya sadar bahwa timbre Shakuhachi cocok berpadu dengan musik India. Ini cuman persoalan waktu saja, sebelum akhirnya saya dapat mewujudkan album ini”, komentarnya. Di album ini ia didukung oleh drummer Lewis Pragasam.

Meskipun John identik dengan shakuhachi, namanya mungkin dikenang karena karyanya bersama Don Grusin, Robben Ford, Nathan East, Abraham Laboriel, Alex Acuna, Kenny Kirland, Buster Williams, Cornell Dupree, dalam album Mixed Bag dan West of Somewhere yang berbasis jazz.

Saat awal berkembangnya fusion jazz, John Kaizan Neptune mulai merekam album akustik yang memiliki ide dari berbagai budaya namun dengan pengaruh dari Jepang dan barat sebagai faktor utama. Hal ini nampak dalam proyek tahun 1992 berjudul “Kite” yang menampilkan musisi Jerman George Lawall yang bermain gitar klasik bersama Modern string Quartet. Album ini direkam di sebuah gereja di Oberiennignen, Jerman dan mendapat kritik bagus di majalah Billboard dan Swing Journal.

Hingga hari ini John telah manggung di Amerika, Eropa, Australia dan Asia. Dalam waktu dekat ia akan tampil di Miri Jazz Festival yang diselenggarakan 8-9 Mei 2009 di Miri, Sarawak Malaysia.

Agus Setiawan Basuni

Pernah meliput Montreux Jazz Festival, North Sea Jazz Festival, Vancouver Jazz Festival, Chicago Blues Festival, Mosaic Music Festival Singapura, Hua Hin Jazz Festival Thailand, dan banyak festival lain diberbagai belahan dunia.

Related Articles

One Comment

  1. sekitar tahun 1987/88 saya sempat menikmati musiknya lewat album “Bamboo” bareng teman kuliah di Tasikmalaya kalo ga salah berisi 4 atau 5 judul dalam sebuah kaset keluaran dalam negeri tp Studio Recordingnya lupa (katanya sih dr Bandung). Musiknya asyik … penuh improvisasi yang tinggi … dulu kita nikmatin banget karena berbarengan dengan boomingnya musik jazz (fushion) di Indonesia ada Krakatau, Indonesia 6 , dll …
    Kasetnya ilang ga tau kemana (dah 20 thn yg lalu booo…) tapi sy pengen dengerin lagi … dah cari kemana-mana (maksudnya mo cari CD atau MP3 ke toko atau PKL) ga nemu alias ga dapet
    Katanya (dr sumber yg bisa dipercaya)… Album “Bamboo” itu dah ga di produksi lagi… Halo dimana saya bisa dapetin album ntu yah … ada yg mo bantu ga ???

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker