Anna Jopek: Halus Di Ambang
Penampilan intim Anna Jopek melekat pada senyawa akustik Marek Napiórkowski, Robert Kubiszyn dan Paweł Dobrowolski. Pembukaan Marek pada gitar senar kawat akan mengingatkan kita pada rekaman rumahan Pat Metheny, ”One Quiet Night”, yang menjelajah gitar spesial yang distem bariton. Dengan banyak membiarkan dawai-dawainya melayang (open string), maka gema resonan antar dawai terdengar awet sebelum sayup menghilang alamiah. Pilihan-pilihan voicing yang kaya tersebut mengharuskan jemarinya meregang, menjangkau fret yang berjauhan, membunyikan nada-nada yang seringkali tidak berpaut jauh. Sementara itu, bagai suara-suara memanggil di kejauhan, ada Robert Kubiszyn di balik drum (atau perkusi lebih tepatnya) yang bersanding dengan suara bass laid back Dobrowolski. Pukulan tangan pada head conga; stik tipis pada darabukka; dan mallet pada tom-tom dan simbal lebih banyak dipakai hingga setengah pertunjukkan ketimbang permainan drum konvensional yang rapat di ride.

Anna Maria Jopek sendiri luwes memain-mainkan suara halus di sekitar ambang falset. Walaupun lirik-liriknya berbahasa Polandia, interaksi pada tingkat energi memupus segala penghalang komunikasi dengan penontonnya. Begitu ia menjelaskannya, lewat improvisasi lirik di tengah lagu yang dimanfaatkan pula untuk memperkenalkan anggota grupnya. Ia berusaha pula menggunakan kata-kata bahasa Indonesia yang mudah untuk meraih kedekatan dengan penonton, misalnya hitungan ”satu, dua, tiga”. Tiga kata itu pun sudah cukup untuk bisa dijadikan lirik lagu yang langsung jadi di panggung.

Jopek membawakan beberapa interpretasi ulang karya orang seperti ”Tam Gdzie Nie Siega Wzrok”, nomer Metheny (yang disebut-sebut di awal) berjudul asli ”Follow Me” (Imaginary Days, 1997) dan ”I Burn For You” dari Sting. Khusus fans Metheny, ia memang menjadi dikenal lewat kerjasama mereka, misalnya album ”Upojenie” (Nonesuch, 2008) yang juga melibatkan suaminya (Marcin Kydryński) untuk mencipta. Sebenarnya album tersebut adalah album yang tertunda untuk rilis internasional bareng ”One Quiet Night” (2003). Jopek sendiri tur dalam rangka promosi album ”Id” (Emarcy, 2008). Dengan warna Polandia, ia sukses menemukan sendiri suara jazz personalnya, seperti halnya Brazil menemukan bossa nova.
***
Ana Maria Jopek tampil dalam sebuah agenda tur. Ia manggung di Hard Rock Hotel (Bali), Vista Sidewalk Cafe (Surabaya), sementara di Jakarta, penampilannya pada tanggal 5 dan 6 Mei bertempat di Hotel Grand Melia, Kuningan Jakarta Selatan dilaksanakan bertepatan dengan ulang tahun negara Polandia.
Wanita kelahiran Warsawa 14 Desember 1970 ini lahir dari keluarga berdarah seni yang kental. Ia memenangkan Eurovision Song Contest tahun 1997 dan Michel Legrand Personal Award tahun 1994. Anna Maria Jopek menikah dengan wartawan dan photographer Marcin Kydryński dan telah dikaruniai dua anak.
Ia telah merilis sedikitnya tiga belas album diberbagai perusahaan rekaman seperti ID, Niebo, (Universal), Secret (Emarcy), Upojenie (Warner) dan lain-lain. Proyeknya tahun lalu bersama Pat Metheny dirilis oleh Nonesuch Records. Pat berkomentar tentang Anna Maria Jopek, “Anna is original, unique, different. She’s brave, she’s modest, she’s open. She’s a great musician. What she’s been doing all her life is just trying to choose the best notes”.

