News

Jazz 15 Mei

Dewa budjana, Sandy Winarta, Bintang Indrianto dan Riza Arshad
Dewa budjana, Sandy Winarta, Bintang Indrianto dan Riza Arshad

Pigura kanvas tempat aksi mereka adalah atap busur yang diapit tiang Doric di sisi tinggi penyangganya. Tirai merahnya kemudian terbuka; Jumat 15 Mei, Gedung Kesenian Jakarta kembali menjadi saksi laga Riza ”Ija” Arshad, Dewa Budjana, Bintang Indrianto, dan Sandy Winarta. Judul ”Teman Lama” yang membuka pertunjukan cukup sarat keterangan, self-explanatory, bahwa tiga di antara mereka adalah karib sejak angkatan pertama Jack & Indra Lesmana Workshop. Adalah wajar jika kemudian jazz yang mempertemukan mereka kembali dalam satu panggung.

Selain peran drummer muda Sandy yang mewakili garda jazz kini, tidak banyak yang ”berubah” pada tiga karib ini. Bintang masih bocah badung yang tidak pernah kehabisan keisengan. Budjana pun ternyata bukan pendiam, malah ikut-ikutan minta dijewer. Sementara Ija bertahan serius walaupun tetap bergabung main bareng-bareng.
Bintang makin mantap dengan fretless empat senar yang dengan bebas ditarik-ulur. Plintat-plintut yang disengaja justru menclok pas di saat sebenarnya fals. Ada porsi solo untuk memenuhi dahaga yang penasaran, pendek saja, di reggae ”Klepon”, judul yang seperti sekenanya. Di nomer itu juga ada kejutan lainnya, bak gayung bersambut, Budjana mencatut ”Eleanor Rigby” (Beatles) dalam melodi wah-wah jenaka. Potongan lainnya juga muncul, ”Hello” dari Lionel Ritchie. Menurut host Denny Sakrie ulah mencatut ini sedikitnya menjadi semacam protes terhadap fenomena plagiat yang sedang hangat di musik Indonesia.

Tema fusion 80-an hadir di ”Mereka Sudah Tidak Cocok Lagi” masih dari Bintang yang agaknya tidak yakin benar itu judulnya. Giliran karya Budjana, yang dipilih adalah nomer dengan gema kontemplatif ”Yang Terindah” (Gitarku, 2000). Ia sempat pula memperkenalkan lagu baru yang belum ada judulnya. Konser mereka akhiri dengan ”Gus Door”. Memang begitu menulisnya menurut Ija (dibaca Gus Dor) yang entah serius atau bercanda (atau jangan-jangan malah ”Goos Dor”?).

***

barry-likumahua-01
Barry Likumahua Project

Jazz 15 Mei ini terbagi dua sesi. Sesi kedua adalah Barry Likumahua Project yang sedang hip dan mampu menarik banyak penonton belia untuk datang ke panggung-panggungnya. Selain membawa suasana lebih funky lewat lagu dari albumnya sendiri, seperti ”My Prayers” dan ”God Spell”, tema GKJ malam itu memberi kesempatan Barry untuk menampilkan musik-musik lawas yang ada dalam real book. Waltz cantik ”A Child Is Born” dari trumpetis Thad Jones (era 50-an) dibawakan apik oleh Barry lewat bass fretless dengan menampilkan pula scat lihai Matthew (vocals/voices). ”Freedom Jazz Dance” (Eddie Harris) pun jadi spot untuk Dennis Junio (alto sax bersolo. Di belakang Barry masih ada pula Henry Budidharma (guitar) dan Jonas Wang (drums).

barry-likumahua-02
Barry Likumahua Project

Related Articles

One Comment

  1. Acaranya seru sekali ntar acara jazz 15 mei tahun lalu hanya 2 performance tahun depan 3 performance aja sperti krakatau,barry likumHUWA PROJECT,& Ireng maulana & friends

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker