FestivalNews

Dendang Anak Dari Malaysia – Laporan dari Riau Hitam Putih World Music Festival 2009

7th RIAU HITAM PUTIH WORLD MUSIC FESTIVAL 2009

HARI KE-1 ( 23 Juli 2009 )

Event Riau Hitam Putih World Music Festival 2009 memasuki tahun ke-7 penyelenggaraan,yang berubah tentu saja dari tempat acara dilangsungkan,kalau tahun-tahun sebelumnya bertempat di Bandar Serai ( MTQ dekat Bandara ) untuk event tahun ini berpindah tempat ke Kawasan Komplek Taman Budaya di Jl.Jendral Sudirman Pusat Kota Pekanbaru Riau.

Puncak karya kreatif pemusik populer yang mengkolaborasikan keragaman musik – musik, merupakan ciri utama pada kegiatan RIAU HITAM –PUTIH WORLD MUSIC FESTIVAL. Pengkolaborasian musik modern dengan musiktradisi tempatan, menjadi tujuan penampilan. Pada akhirnya akan melahirkan para musisi muda dengan musik yang berciri kental kedaerahan serta mempunyai daya kompetitif dan akan membawa warna tersendiri sebagai kekuatan diri.

Menurut Hari Sandra salah satu penggagas acara, untuk tahun 2009 ini tagline atau tema yang diangkat adalah NEW MUSIC FOR THE NEXT TRADITION artinya event ini adalah event musik yang bersifat sosial budaya yang bertujuan untuk menumbuhkembangkan minat dan bakat para pecinta/insan seni musik dalam memahami tentang arti pentingnya melestarikan budaya khususnya musik tradisi dan membuka wawasan terhadap musik kekinian. Diharapkan terjadi dialog antara musik tradisi dan musik modern yang dipertemukan dalam kolaborasi yang tercipta dari daya kreativitas peserta sehingga akan meningkatkan daya appresiasi bagi penonton dan peserta lainnya. Tentunya juga sebagai hiburan bagi masyarakat yang mempunyai nilai edukasi dalam mempertahankan musik tradisi untuk tetap eksis, sehingga pada saatnya nanti diharap Riau akan menjadi pusat perkembangan musik Melayu Dunia.

AIMG_5485

Hari pertama acara dimulai pukul 20.00 WIB menampilkan Dendang Anak dari Terengganu Malaysia,Galigo dari Kabupaten Kampar,Bathin Galang dari Kabupaten Kepulauan Meranti,Tasik dari Kabupaten Bengkalis,serta puncak acara hari pertama menampilkan Kito Siopo kelompok kolaborasi dari Inggris dan Jepang.

AIMG_5476

Opening acara seremoni dibuka kreasi multimedia dan lighting disusul terdengarnya suara gong 3 kali dilanjutkan tampilnya Dendang Anak dari Terengganu Malaysia yang membawakan sebuah karya berjudul Warisan Panji pada session pertama berikutnya jeda dengan layar screen di kanan-kiri stage muncul video profil kelompok ini berlanjut session kedua Dendang Anak menampilkan komposisi diberi judul Puja Puji.

AIMG_5464

Karena stage panggung utama bertempat di outdoor dengan setting seperti pertunjukkan di taman, ketika terjadi hujan dan semakin deras,memaksa panitia menghentikan acara seusai penampilan dari grup Dendang Anak. Dan perfomance dari grup berikutnya ditunda dan akan ditampilkan di hari ke-2.

Tags

Eko Adji Soebijantoro

Sempat mengelola radio di Pekalongan sebelum hijrah ke Palembang. Aktif di berbagai kegiatan jazz termasuk Festival Jazz di Jakarta maupun Bali. Kontributor WartaJazz untuk wilayah Palembang dan sekitarnya.

Related Articles

3 Comments

  1. WOwww… Betul betul Keren and bikin bulu kuduk merinding. Tapi sayang acra belum siap (selesai) dah keburu di guyur ma hujan….
    Tapi untung juga ada Hujan biar bisa to tambah AIR di koto panjang and RIAU nda MATI MATI lampu terus….!!

    BRAVO and congratulation RIAU HITAM PUTIH WORLD MUSIC FESTIVAL 2009.

  2. Alhamdulillah diberi kesempatan untuk bisa nonton, kebetulan lagi dinas di Pekanbaru, acaranya dekat dengan kantor pula….nonton yg tgl 24 Juli 2009 semalam….buatku SERU banget …2 thumbs up deh buat Tengku Ryo & The Malay Band dari Jakarta ‘n Galigo dari kampar. Mudah2an pas acara ini berlangsung lagi tahun depan aq dinas ke sini..jadi dapat kesempatan nonton lagi … 🙂

    SUKSES buat RIAU HITAM PUTIH WORLD MUSIC FESTIVAL …. 🙂

  3. hORAS MAJUAH JUAH BUNG BENNY – LANJUTKAN. MAKIN CEPAT MAKIN BAIK. DAN SELALU MENGACU PADA WONG CILIK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker