News

Ketika Ekspresi Jazz Tertangkap Mata Lensa

Ada banyak kesempatan yang terlewatkan kita. Tidak mungkin kita mampu menembus sekatan ruang dan waktu yang membatasi diri kita untuk bisa melihat, mendengarkan, merasakan, mengerti atau sekedar menikmati berbagai pertunjukan musik jazz yang ada. Salah satu sarana untuk sedikit membantu kita dalam menyibak sekatan tersebut adalah melalui media foto.

JazzExpression-02

Dalam sejarah musik jazz sendiri, peran fotografi menjadi signifikan. Baik dalam menangkap ekspresi para musisi melalui image jeli para fotografer atau pun dalam usaha mengupas dan menapaki sejarahnya sendiri dan kekuatan dalam aspek komersialnya. Ketika masa embrio dan awal kemunculan musik jazz, yang notabene bukan berangkat dari tradisi tertulis, fotografi banyak membantu mengungkapkan kondisi sosial, tradisi, maupun budaya masyarakat kulit hitam di Amerika. Dari foto – foto tersebut pun mengungkapkan banyak cerita yang mampu menguak beberapa fakta yang sebelumnya masih terpendam.

JazzExpression-01

Dalam memberikan image kepada para musisi jazz legendaris, foto bisa mempunyai suatu kekuatan dan kepopuleran yang sama dengan para artisnya. Contohnya salah satu karya William Gottlieb, kita dapat merefleksikan bagaimana Thelonious Monk berjalan sendirian seolah memisahkan diri dari riuh rendah era bebop. Kita ingat, kalau Monk memang seorang komposer paling unik di antara yang lainnya. Atau bagaimana ketika William Claxton memotret Chet Baker sedang bermain piano yang wajahnya tercermin di atas piano tersebut. Kita juga sudah bisa membayangkan kemegahan penampilan Duke Ellington Orchestra hanya dengan melihat foto Duke Ellington diterangi dengan lampu spotlight dari arah belakang. Atau kita juga sering bertanya di dalam benak, mengapa John Coltrane jarang terlihat tersenyum apalagi tertawa terbahak – bahak ketika diambil fotonya?

Dalam fungsi komersialnya, foto pun bisa membantu dan mempengaruhi seseorang untuk membeli sebuah album jazz hanya dari cover album tersebut atau datang menyaksikan sebuah konser.

JazzExpression-03

Foto dapat berbicara dengan caranya sendiri. Ada sisi keindahan dan kedalaman tersendiri ketika melihat sebuah foto seorang musisi yang barangkali tidak terungkapkan dalam bahasa musik. Foto bahkan bisa mempunyai kesempatan memberikan momen dan makna yang lebih luas dari pada ketika seorang musisi tampil di panggung.

Jazz dan fotografi adalah dua hal yang sulit dipisahkan. Keduanya masih berkutat dalam wilayah yang sama, kebebasan berekspresi. Demikian juga antara musisi dan fotografer, dalam tingkatan tertentu akhirnya yang berbicara tinggal karyanya, mengatasi persoalan siapakah sang musisi atau sang fotografer.

Ceto Mundiarso

Pencinta buku yang banyak menelisik filosofi. Pernah menghadiri Konferensi Ekonomi Kreatif di Inggris. Merupakan bagian penting pada riset di WartaJazz

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker