News

Shanghai Blue 1920 persembahkan Contemporary Jazz Night

Sebuah acara bertajuk Contemporary Jazz Night, tribute pada legend besar seperti Coltrane, Miles Davis dan Chick Correa akan digelar Jumat 29 Januari 2010 di Shanghai Blue 1920 Jazz Club & Restaurant Jl. Kebon Sirih Raya 79, Jakarta Pusat.

Performance yang akan disajikan oleh Nita Aartsen Project yang terdiri dari Nita Aarsen (piano), Kevin Wahl (trumpet), Agam Hamzah (guitar), Adi Prasojo (world percussions) dan Adi Darmawan (bass), tidak dipungut biaya.

Namun jika anda ingin menikmati makan malam untuk 6-8 orang Shanghai Blue menyajikan paket private table seharga IDR 1.500.000,- dan bisa anda pesan melalui Hatina/ Diana di +6221 391 8690 atau 0878 8169 6895.

***

John Coltrane

Rasanya aneh jika sebagai penggemar musik jazz tak mengenal nama saxophonis yang anak dan istrinya juga musisi jazz ini. Pengaruh musiknya menyebar dalam berbagai genre dan generasi musisi.  Coltrane yang dikenal luas lewat mainstream dan avant-garde jazz membukukan penjualan lebih dari 80.000 kopi untuk rekaman A Love Supreme.
Di tahun 1965, namanya bercokol di jajaran Down Beat Jazz Hall of Fame. Ia lantas diganjar sertifikat gold oleh RIAA karena bisa membukukan penjualan lebih dari setengah juta kopi di Jepang saja. Album ini termasuk juga My Favorite Things, mendapat penghargaan serupa di Amerika Serikat 2001. Tahun 1982 Coltrane mendapatkan penghargaan Grammy untuk “Best Jazz Solo Performance” pada album Bye Bye Blackbird, dan di 1997 dianugerahi Grammy untuk Lifetime Achievement Award.

Miles Davis

Sosok innovative, berpengaruh dan dihormati dalam sejarah musik jazz. Pria yang kerap membelakangi penonton dalam penampilannya ini sering disebut sebagai  “one of the great innovators in jazz”. Ia tak hanya dihormati oleh para pecinta musik jazz, namun disegani pula di ranah rock. Album Kind of Blue bisa dikatakan sebagai album terbaiknya dari sisi penjualan. Ia pula yang menancapkan image bahwa jazz dapat dikawinkan dengan rock yang kini kita kenal sebagai fusion.

Chick Correa

Pianis yang lebih suka menyebut permainannya sebagai “just play music.” ini telah berkarya lebih dari 40 tahun.  Stylenya pun beragam, mulai dari avant-garde ke bebop, dari lagu kanak-kanak sampai straight-ahead, dari fusion sampai menyebrang ke musik klasik.

Agus Setiawan Basuni

Pernah meliput Montreux Jazz Festival, North Sea Jazz Festival, Vancouver Jazz Festival, Chicago Blues Festival, Mosaic Music Festival Singapura, Hua Hin Jazz Festival Thailand, dan banyak festival lain diberbagai belahan dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker