News

Bubi Chen, The Legend Of jazz Concert, featuring Ermy Kulit, Mates, Agam Hamzah, Rio Sidik, Sandy Winarta, Yoyo

The Legend Of Jazz Concert

Dia adalah ‘’the one and only’’ dalam sejarah jazz Indonesia, dalam rentang waktu sekian puluh tahun perjalanan musik negeri ini, sebagai seorang pianis jazz, Bubi Chen tiada banding. Dari sisi senioritas tak diragukan karena ia musisi jazz lebih dari tiga zaman. Begitu juga virtuositasnya, mengingat Bubi Chen telah diakui secara internasional. Seperti Majalah musik Down Beat menempatkan Bubi Chen sebagai 10 besar pianis jazz dunia. Satu predikat yang belum pernah diberikan pada musisi jazz mana pun di Indonesia. Bubi Chen adalah arek Suroboyo yang mencintai kotanya. Prestasinya yang telah mengangkat nama kota Surabaya dan juga Jawa Timur, bahkan Indonesia ke dunia internasional; menjadikan Bubi sangat layak untuk menerima penghargaan berupa Life Achivement Award dari Gubenur Jawa Timur, Soekarwo sebagai penghormatan dan penghargaan untuk seniman dengan pengabdian sepanjang hidup. Penganugerahan penghargaan itu akan dilaksanakan berbarengan dengan konser WISMILAK THE LEGEND OF JAZZ , Sabtu, 13 Maret 2010 di Gramedia Expo, Surabaya yang tampilkan performanya bersama para musisi jazz generasi berikutnya.

Konser jazz tersebut akan dimeriahkan dengan hadirnya para musisi jazz kenamaan seperti Ermy Kullit (vokal), Ananda Mates (bas), Sandy Winarta (drum), Rio Sidik (trumpet), Yoyok (saksofon), Agam Hamzah (gitar) serta penampilan para musisi yang tergabung dalam Surabaya Jazzers. Mereka adalah para musisi Surabaya yang pernah bergabung dengan Bubi Chen di tahun 80 dan 90 an. Di antaranya Totok Afiat, Iwan, Tri, FX Boy dan Corina. Serta beberapa musisi muda lainnya dari Surabaya, yang merupakan murid-murid dari Bubi Chen. WISMILAK THE LEGEND OF JAZZ diselenggarakan oleh Surabaya Jazz Lovers (SJL) yang bekerja sama dengan Semarang Jazz Lovers (SJL). Ini adalah pentas jazz yang diharapkan dapat mempertemukan beberapa generasi musisi jazz di Indonesia hingga kini “Penganugerahan award bagi seorang Bubi Chen bukan yang kali pertama. Sebelumnya Bubi Chen pernah menerima penghargaan berupa Satya Lencana pengabdian seni dari Presiden Megawati Soekarno Putri (2004) dan penghargaan sebagai musisi jazz Living Legend dari Peter F. Gontha saat acara Java Jazz Festival (2005). ungkap Rita Noya, penggagas acara ini. Di usianya yang ke 72 (lahir di Surabaya, 9 Februari 1938), Bubi Chen tak pernah berhenti berkarya. Album Bubi Chen terbaru yang dirilis November 2009 lalu, adalah The Many Collors of Bubi Chen. Album ini dikerjakan bersama beberapa musisi jazz lintas generasi, diantaranya Oele Pattiselanno, Yance Manusama, Oty Jamalus, Arief Setyadi dan Sandy Winarta. Di album ini Bubi Chen memainkan lagu-lagu klasik rock tahun 87, 80-an, di antaranya “Soldier of Fortune” (Deep Purple), “Stairway to Heaven”(Led Zepellin),” Holiday” (Scorpion) atau “Dust In The Wind” (Kansas).

Ajie Wartono

Memimpin divisi Projects & Event Management. Pernah mengikuti Dutch Jazz Meeting di Amsterdam, Belanda. Selama dua tahun dipercaya menjadi Ketua Festival Kesenian Yogyakarta (2007, 2008) selain sebagai Program Director, Bali Jazz Festival dan Ngayogjazz

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker