Java Jazz FestivalNews

Filosofi Deep Song Kurt Rosenwinkel

Kurt Rosenwinkel (photo by Aji Wartono/WJ)

Jejak para pemain tunggal jazz-box yang elegan meramu chord-melody masih melekat padanya. Akan tetapi, ada waktunya begitu perputaran cair solo mengalir lancar dari jemari Kurt Rosenwinkel, tebakan kita untuk melengkapi kalimat berikutnya akan gagal jika logika klasik yang dipakai. Anehnya simpul-simpul kejutan yang dibukanya satu per satu tetap logis dalam ukuran khalayak atau malah common sense baru berhasil disodorkannya tanpa penolakan. Di majalah Jazziz ia pernah menjelaskan keinginannya untuk berada di persilangan Allan Holdsworth dengan Grant Green, namun tetap memainkan pendekatan kordal Keith Jarrett. Pianis yang disebut terakhir mempertahankan ruang harmoni bahkan saat solo. Dengan kontras, gitaris Holdsworth yang lebih melodi-sentrik pun tetap mampu melakukannya lewat untai legato khasnya, walaupun hanya satu not per satu waktu. Pada akhirnya manivestasi permainan gitar Rosenwinkel terhadap pengaruh-pengaruh tadi adalah berusaha jujur terhadap intuisinya sendiri untuk melahirkan suaranya sendiri.

Standar Thelonious Monk “Reflections” (judul albumnya di Wommusic, 2009) yang dibawakan trio Kurt Rosenwinkel

Kurt Rosenwinkel Standard Trio (photo by Aji Wartono/WJ)

memuat preferensinya belakangan ini, buai emosi dalam balada kaya harmoni yang dibawakan trio standar. Pada intronya penonton memperoleh kesempatan menyimak improvisasi harmoni Rosenwinkel bak pianis jazz menggiring mood sentimental. Secara keseluruhan, nilai estetik deep sense yang menjadi semangat album “Deep Song” (Verve, 2005) dibaginya live di hari kedua Axis Java Jazz Festival 2010. Pada album tersebut ia memerankan pimpinan bagi senyawa gemintang pianis Brad Mehldau, saksofonis Joshua Redman, bassis Larry Grenadier, dan drummer Jeff Ballard. Nomer titelnya menjadi ilustrasi bahwa ia tidak keberatan memainkan part saja, lebih menitikberatkan aransemen, karena jazz tidak harus selalu bermakna improvisasi solo.

Yang menyusul kemudian di AXIS Hall adalah ayunan langkah “Boplicity” dari tema melodi simpel “The Birth of The Cool”-nya Miles Davis. Karakter hangat gitarnya diimbuhi sedikit distorsi untuk “Like Sonny” (John Coltrane) yang mengantri di belakangnya. Trio ini kembali mengambil standar “When Sunny Gets Blue” dari album Intuit (Criss Cross Jazz, 2009) yang masih dalam tempo medium diiringi permainan swing stik brush. Sideman untuk trio standar formasi Jakarta ini adalah pemain bass upright Matt Clohesy dan drummer Rodney Green.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker