News

Jazzwecare, Kesibukan dari Dapur Wartajazz

Tanggal 25 Oktober 2010, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta meningkatkan status aktifitas Gunung Merapi menjadi “Awas”. Sehari setelahnya, terjadi letusan pertama Merapi yang melemparkan materialnya 1.5 km ke atas dan mengeluarkan awan panas yang sempat menyapu Desa Kepuharjo. Puluhan orang meninggal dunia, termasuk mbah Maridjan, sang juru kunci Merapi. Sejak itu, Merapi terus mengeluarkan lava pijar, abu vulkanis dan awan panas secara tidak teratur. Jum’at dini hari  5 November 2010, terjadi ledakan besar yang didahului suara gemuruh yang sampai terdengar hingga Wonosobo. Daerah bahaya diperlebar dalam radius 20 km yang sebelumnya 15 km dari puncak Merapi. Ledakan tersebut memakan korban lebih dari 100 jiwa dan membuat ratusan ribu orang mengungsi dari tempat tinggalnya.


Hal tersebut membuat masyarakat, pemerintah, berbagai komunitas dan LSM yang berada di sekitar kaki Gunung Merapi tanggap dengan kondisi di atas dengan menyediakan posko-posko pengungsian, menyediakan nasi bungkus, obat-obatan, pakaian, selimut dan berbagai bantuan non-fisik lainnya.

Dengan kejadian tersebut, Wartajazz juga ikut berpartisipasi dalam membantu sedikit meringankan beban para pengungsi korban lutusan Gunung Merapi sejak hari Jum’at (5/11) minggu lalu dengan membuat dapur umum. Makanan tersebut didistribusikan kepada para pengungsi.  Spontanitas teman-teman wartajazz di Jogja juga mendukung upaya ini. Setiap hari lebih dari 8 orang membantu dari belanja bahan makanan, memasak, membungkus sampai diserahkan kepada beberapa pihak yang mendistibusikan secara langsung di posko-posko pengungsian yang tersebar di sekitar kaki Gunung Merapi.

Sampai saat berita ini diturunkan, status aktifitas Gunung Merapi belum diturunkan ke “Siaga”  dan daerah bahaya masih tetap dalam radius 20 km dari puncak Merapi.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker