News

Upaya penyelamatan warisan sejarah Montreux Jazz

Image Caption: Nobs with Aretha, Ella, Miles, Quincy, Sade and thousands of other treasures kept at his Swiss chalet above Montreux. (juliane.gauthier/audemarspiguet)

Terima kasih kepada teknologi yang memungkinkan footage berisikan rekaman festival yang unik milik Montreux Jazz Festival selama empat puluh empat tahun bisa tetap dinikmati generasi masa depan. Artis kenamaan seperti Ella Fitzgerald, Aretha Franklin, B.B. King dan Prince adalah sejumlah nama yang tertera dalam daftar yang termasuk dalam proyek  “Montreux Sounds Digital Project”, yang di resmikan oleh Federal Institute of Technology di Lausanne (EPFL) dan sejumlah pendonor pribadi seperti dikutip dari Simon Bradley di Caux, swissinfo.ch

Sejak tahun pertama penyelenggaraan festival yang menampilkan which Saxophonis Charles Lloyd bersama Quartetnya dengan pianis Keith Jarrett, director festival Claude Nobs berupaya menyimpan rekaman berharga tersebut.

Di sebuah vila kecil – atau dikenal dengan istilah chalet di sekitar lereng bukit di Montreux dengan Danau Jenewa, Nobs bersama partnernya  Thierry Amsalem, membangun bunker khusus.

Kurang lebih 5,000 jam rekaman video dan audio dari kurang lebih 4,000 concerts disimpan disana dalam 10,000 kaset rekaman yang memiliki beragam format.

“Rekaman ini merupakan perpustakaan video terbesar yang mencakup musik masa kini dari tahun 60-an hingga sekarang – Lebih besar dari BBC bahkan Amerika, Perancis dan Jermani” ujar Nobs kepada media. Nobs yang kini berusia 74 tahun menyatakan bahwa inisiatif ini disebutnya sebagai ‘the biggest reward’ setelah 44 tahun menyelenggarakan festival jazz tersohor tersebut.

Raksasa software Microsoft bahkan pernah menawarkan Nobs sekitar lima puluh juta dolar sekitar sepuluh tahun yang lalu untuk arsipnya sebagai bagian dari proyek sejarah musik. “Mereka mungkin juga menawarkan 100 juta dolar” ujar Nobs. “tapi saya pasti tetap akan bersikukuh. Saya menunggu pihak yang bisa melanjutkan arsip ini. Terima kasih pada  EPFL dan Audemars Piguet – produser jam kenamaan”, tambahnya.

Koleksi yang banyak etrsebut akan mulai di digitasi secara real-time dan akan disimpan dalam format Linera Tape-Open (LTO). 5000 jam rekaman diperkirakan baru akan selesai sekitar 3 tahun untuk video, dan empat tahun untuk audio. Untuk mengantisipasi perubahan teknologi, semua materi akan di transfer ulang kembali setiap tujuh tahun menggunakan format ‘masa-depan’ mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan.

Proyek Riset

Setelah semua arsip berhasil di konversi ke bentuk digital, EPFL akan menyediakannya bagi para periset, pelajar, musisi dan profesional yang membutuhkan. Sekitar 20 orang peneliti EPFL akan menggunakan materi arsip untuk riset dibidang produksi audio dan teknik pos-produksi selain data penyimpanan dan pengalaman user experience.

Pada saat yang bersamaan  EPFL berencana membuka  “MetaMedia” centre di sebuah gedung baru semacam Learning Centre di kampus, yang dapat pula menyimpan arsip lain seperti  Swiss Film Archive. Gedung ini diperkirakan akan menyedot dana sekitar  $22.5 juta dolar yang sekitar 5 juta-nya dihabiskan untuk proses digitalisasi.

Akses untuk umum

Meski terdengar sangat menjanjikan, publik sepertinya harus bersabar, sebab footage pertama sepertinya hanya akan tersedia di  Montreux Jazz Cafes yang terletak di Jenewa, yang akan diikuti di  Zurich, New York, Paris, Frankfurt dan Copenhagen dan tentu asja lewat DVD  “Live at Montreux” DVDs adan CD yang sementara ini hanya tersedia sekitar 80-an judul yang tersedia untuk dijual.

Montreux Sounds, sebuah perusahaan yang dibentuk Nobs tahun 1999 untuk mengelola koleksi menyatakan bahwa sebagian besar hak ciptaadalah milik para musisi. “Sampai kami pada sebuah kesepakatan merilis rekaman live sebuah pekerjaan gila”, ujar  Eric Glardon dari Montreux Sounds. “Anda harus berbicara dengan artis, musisi atau pengacara mereka bahkan terkadang dengan anak sang artis dan seterusnya”, jelasnya lebih lanjut.

Montreux Jazz Festival sejak tahun 1991 menggunakan format HD (high definition) yang disediakan oleh Sony. Namun awal tahun 2000-an,  Nobs meminta  arsip rekaman Montreux Jazz dalam format Sony HD dihapus karena terlalu mahal untuk dikelola dan itu membuat ia harus merogoh kocek sekitar  10,000 swiss franc dan membawa semua rekaman itu ke bunker pribadinya.

Agus Setiawan Basuni

Pernah meliput Montreux Jazz Festival, North Sea Jazz Festival, Vancouver Jazz Festival, Chicago Blues Festival, Mosaic Music Festival Singapura, Hua Hin Jazz Festival Thailand, dan banyak festival lain diberbagai belahan dunia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker