Java Jazz FestivalNews

Jazz dan Keluarga

The Husbands & Wifes di Java Jazz Festival 2011 (Photo by Griven/Wartajazz)

Kebahagiaan kehidupan rumah tangga menurut ilmu psikologi dan ilmu sosial apapun adalah dimulai dari komunikasi antar suami-istri. Jika komunikasi antara keduanya baik, dijamin bahwa kehidupan rumah tangga mereka juga akan baik-baik aja (tentunya juga harus dilihat faktor-faktor sosial lainnya). Hal itu diharapkan berdampak pula pada anak-anak.

Paling tidak hal itu dapat dilihat pada hari Sabtu tanggal 5 Maret 2011 pukul 23.15 dalam acara Jakarta International Java Jazz 2011 di Medco Energy Lawu Acoustic hall. Saat itu penonton yang berjumlah sekitar 300-an bisa menyaksikan 2 pasangan suami istri yang dengan hasil komunikasi musik yang baik menghasilkan harmonisasi lagu-lagu yang baik pula. Pasangan suami istri Endah Widiastuti (vokal & gitar) dan Rhesa Aditya (bass) dipertemukan dengan pasangan Otti Jamalus (piano & vokal) dan Yance Manusama (bass) masing-masing mempunyai kemampuan bermain musik yang baik mencoba untuk mengkomunikasikan dengan kehidupan mereka.

Endah N Rhesa dibentuk pada tahun 2005 memadukan dua unsur alat musik (gitar dan bass) serta vokal. Warna musik yang diangkat dan mewarnai mereka mulai dari folk, jazz, blues sampai rock & roll dan balada. Dua buah album telah mereka hasilkan “Nowhere to Go” dan “Real Life” serta beberapa panggung pertunjukan telah mereka jajaki. Kembali kita diingatkan oleh mereka dengan lagu-lagu yang sudah tidak asing lagi ditelinga penonton.

Otti Jamalus adalah pemain piano yang sudah malang melintang di dunia musik tanah air. Sedangkan cerita tentang Yance Manusama, kita semua atau paling tidak penonton malam itu faham betul bahwa dia-lah senior bassist di Indonesia. Dan malam itu benar-benar ditunjukkan olehnya. Pada lagu ‘Black or White’-nya Michael Jackson, Yance berduet bersama Rhesa hanya dengan bass masing-masing. Dan penonton mengikutinya dengan cara menggerak-gerak-an tubuh atau hanya menepuk-tepuk tangan. Asyik sekali malam itu.

Setelah para bapak (husbands) menunjukkan ke-boleh-annya, si Rhesa memanggil para isteri (wifes) untuk kembali menunjukkan giginya.  Jadi tidak salah kalau pada malam itu mereka menamakan diri mereka dengan band Husbands and Wives. Kali ini lagu manis ‘Girl from Ipanema” yang menjadi andalan. Ternyata penonton terkagum-kagum dibuatnya. Tidak terasa bahwa itu adalah lagu terakhir mereka malam itu. Sayang sekali.

Ternyata betul-betul nyata bahwa dengan komunikasi orangtua yang baik akan menghasilkan sesuatu yang baik pula buat anak-anak, penulis ibaratkan penonton sebagai anak-anak, sangat menikmati hasil komunikasi antara orang tua mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker