Java Jazz FestivalNews

Sajian Penutup Hari Pertama AXIS Java Jazz Festival 2011: Roberta Gambarini

Tahun ini adalah kali kedua Roberta Gambarini, chanteuse asal Torino, Italia tampil di Jakarta dalam acara tahunan Java Jazz Festival. Bagi mereka yang baru pertama kali menyaksikan performa Roberta secara langsung, patutlah bersyukur. Sebab, selain merupakan kesempatan langka, ia adalah salah satu vokalis jazz “terpanas” saat ini. Teknik bernyanyi yang luar biasa, timbre khas, intonasi sempurna, dan olah scat singing virtuosik, semua dimilikinya. Tak heran apabila ia disebut sebagai penerus tradisi vokal jazz yang sebelumnya dihuni oleh nama-nama besar seperti Billie Holiday, Ella Fitzgerald, Carmen McRae, dan Sarah Vaughan di antaranya.

Roberta Gambarini (Java Jazz Festival 2011)
Roberta Gambarini (Java Jazz Festival 2011)

Konser dimulai selepas jam 12 malam, mundur dari waktu yang sedianya terjadwal pukul 23.30. Bertempat di Semeru Garuda Hall, lantai 6, venue yang memiliki sistem tata suara paling lumayan dibandingkan tempat lain. Malam itu Roberta tampil beserta David Garfield (piano, kibor), Abraham Laboriel (bas elektrik), dan Walfredo Reyes, Jr. (drum). Sebagai pembuka adalah lagu ballad milik Cole Porter, “So in Love” yang dibawakan Roberta secara resitatif tanpa iringan. Audiens hanya dapat terdiam dan terpana. Kecanggihan olah vokal Roberta ditampilkan eksplisit dalam nomor swing “On the Sunny Side of the Street” yang mengimitasi verbatim atas versi Dizzy Gillespie, Sonny Stitt, dan Sonny Rollins pada album Sonny Side Up (Verve, 1957). Makin seru tatkala irama bebop berdenyut dalam “Day In Day Out,” lengkap dengan iringan intuitif oleh David, Abraham, juga Walfredo.

Sebuah lagu berdetak bossa nova “No More Blues” (terjemahan Inggris oleh Jon Hendricks atas “Chega de Saudade”) pun dinyanyikan. Untuk tembang “Estate,” Roberta memberi komentar, “… banyak orang keliru mengira lagu ini dari Brazil. Eits, jangan salah ya, lagu ini Itali punya,” tegasnya. Ketika lagu melankolis tersebut mengalun, ada gangguan yang membuat jengkel. Seorang wartawan brengsek membiarkan telepon genggamnya berdering, dan bukan hanya itu, ia mengangkatnya serta bercakap pula. Benar-benar tabiat buruk dan ngawur. Untungah, setelah beberapa pasang mata menatap tajam ke arahnya, iapun keluar ruangan. Pertunjukan pun berlanjut dengan nyaman.

Deretan tembang-tembang yang dilantunkan Roberta antara lain “My One and Only Love,” “Lover Come Back to Me,” “That Old Black Magic,” serta nomor berwarna blues, “You Ain’t Nothin’ But a J.A.M.F.” Dini hari itu, Roberta juga menyampaikan pujian untuk mendiang James Moody, yang dianggapnya seperti ayah sendiri. Ia pulalah yang turut berjasa dalam memperkenalkan vokalis dahsyat ini kepada publik pecinta jazz, seperti dinyatakan olehnya, “Remember this name, R-O-B-E-R-T-A G-A-M-B-A-R-I-N-I. She’ll be the best singer around for quite awhile.” Setuju, James! Menyaksikan Roberta Gambarini secara langsung adalah pengalaman yang sungguh berkesan.

Tags

Thomas Y. Anggoro

Lulusan ISI Yogyakarta. Telah meliput festival di berbagai tempat di Indonesia dan Malaysia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker