Java Jazz FestivalNews

Jopie Item and his New Combo

Jopie Item di Java Jazz Festival 2011 (Photo by Caesar/Wartajazz)

Sore hari itu, langit di atas JIExpo Kemayoran belum gelap benar, dan perhelatan Jakarta International Java Jazz 2011 juga belum banyak menampilkan musisi di atas panggung. Namun demikian di depan panggung yang diberi “title” Java Jazz Stage sudah berkumpul 20-an orang, meski di atas panggung masih tertulis “sound check”. Tentunya mereka (ke-20 orang tersebut sangat mengenal musisi yang akan tampil 30 menit lagi).

Tepat pukul 18.45 si pembawa acara memanggil seorang gitaris yang telah malang melintang sejak tahun 70-an: Jopie Item. Malam itu yang menyertai Jopie di panggung adalah anak-anak muda yang usianya separoh usia Jopie Item (yang saat ini 56 tahun), Agus (keyboard), Dhika (Bass), Alen (drum), Yai Item (second gitar) serta 2 penyanyi Audy Item dan Doddy Katamsi.

Meski pernah mengaku bahwa beliau bukan gitaris jazz (karena lebih banyak main di musik pop) tapi mengaku bahwa sejak kecil sudah terbiasa mendengarkan musik jazz yang dimainkan oleh ayahnya (Lodie Item merupakan anggota komunitas jazz surabaya tahun 50-an, seangkatan dengan Bubi Chen, Jack Lesmana, Maryono, Didi Patirane). Malam itu sentuhan aliran “jazz” paling tidak bisa mengobati kangen penggemar acara musik “Nada dan Improvisasi” di TVRI kala itu. 20 penonton awal sudah bertambah menjadi 100-an yang diantaranya ada anak-anak muda juga.

Lagu demi lagu dibawakan dan semakin banyak saja penonton di depan panggung. Saat Audy Item membawakan 2 buah lagu, penontonpun semakin membludak. Pilihan lagu pop-jazz ternyata mampu menghibur hadirin malam itu. Petikan gitar Jopie Item meski tidak se-dahsyat ketika muda tetapi masih saja menyisakan ke-handalan seorang “gitaris” (yang pernah – paling tidak menurut penulis – lebih dari 9 album rekaman dengan musisi-musisi utama pada masanya: Utha Likumahua, Margie Segers, Christ Kayhatu, Rien Jamain, Dian Permana Poetra) dengan sebutan Jopie Item and his combo.

Memang malam itu Jopie Item tidak lagi menggunakan nama – and his combo – tetapi kenyataan di atas panggung, permainan masing-masing personel dan harmonisasi kelompok masih bisa dirasakan dengan enak. Penonton sangat menikmatinya.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker