News

Gilberto Gil The String Concert bakal tampil di Singapura

Dunia panggung rupanya lebih menarik bagi Gilberto Gil. Buktinya ia melepaskan jabatan sebagai Menteri Kebudayaan di era Presiden Luiz Inácio Lula da Silva.

Gitaris kelahiran Salvador 26 Juni 1942 yang bernama lengkap Gilberto Passos Gil Moreira ini merupakan Brazilian singer, gitaris dan penulis lagu.

Dengan lirik yang mudah berdiri sendiri sebagai puisi, dalam permainan kata berbahasa Portugis nan elegan Gilberto Gil merenungkan tradisi Brasil dan Afrika, teknologi, cinta, kematian, seni, keIlahian, metafisika dan makna dari kemanusiaan kutip The New York Times tentang The Sting Concert yang bakal dihadirkan di gedung durian Esplanade Singapura pada hari Minggu 17 April 2011 mendatang.

Konser yang merupakan bagian dari kegiatan Mosaic Music series ini menghadirkan gitaris Gilberto dan anaknya Bem serta pemain cello Jaques Morelenbaum.

Pemegang tujuh penghargaan Grammy akan memuaskan anda tentang sejarah musik populer Brasil. Ramuan gayanya sendiri berpadu dengan  musik dari tanah airnya termasuk irama baião,samba dan bossa nova serta unsur-unsur rock, reggae, funk dan irama dari Bahia seperti afoxé, akan menjadi sajian yang menarik untuk dinikmati.

Gil telah merilis lebih dari 50 album diakui, menjual lebih dariempat juta album di seluruh dunia termasuk  Eropa, Amerika Utara, Amerika Latin dan.

***

Seorang pemimpin gerakan tropicalia di Brasil pada tahun 1967 dan 1968, bersama artis seperti Caetano Veloso – yang ditemuinya pada tahun 1963 – dan Gal Costa, Gilberto Gil dan musisi lain dicampur gaya asli dengan instrumen rock dan rakyat. Karena Gil menyatu samba, salsa, dan bossa nova dengan musik rock dan rakyat, dia diakui hari ini sebagai salah satu pelopor dalam musik dunia. A-multi instrumentalis dan penyanyi / penulis lagu, Gil bergabung dengan kelompok yang pertama, Desafinados, di pertengahan ’50-an-dan awal 1960-an mencari nafkah sebagai seorang komposer jingle. Meskipun sebagian besar dikenal sebagai gitaris, ia juga memegang sendiri dengan drum, terompet, dan akordeon.

Dia mulai bermain akordeon ketika ia berusia delapan tahun.  Akhir 1950-an, Gil belajar administrasi bisnis di Universitas Federal Salvador dan bermain dengan sebuah kelompok yang disebut Os Desafinados. Pada saat itulah ia mendengar penyanyi dan gitaris João Gilberto di radio dan begitu berkesannya,  ia langsung membeli gitar dan belajar untuk bermain dan menyanyikan bossa nova.

Ia menghabiskan tahun 60-an awal menulis lagu untuk iklan TV. Tahun 1965, ia pindah ke Sao Paulo, danmengenal penyanyi Elis Regina lalu merekam lagu “Louvacao.” Namanya mulai identik sebagai penyanyi yang kerap membawakan lagu-lagu bernada protes.

Meski telah rekaman pada tahun 1966, namun single hit pertamanya terjadi pada 1969, lewat “Aquele Abraco.” Fusi musiknya adalah gado-gado bossa nova, samba, dan gaya lainnya yang revolusioner – sehingga membuat diktator pada saat itu ingin menangkapnya dan membuat Gil terbang menuju ke Inggris.

Tiga tahun di Inggris membuatnya memiliki kesempatan untuk bekerja dengan kelompok seperti Pink Floyd, Yes, Incredible String Band, Rod Stewart dan band di klub London. Ia kembali ke Brasil pada tahun 1972. Lalu rekaman Expresso 2222, yang memicu dua single hit di Brazil, “Back in Bahia” dan “Oriente.”

Setelah bermain di Festival Midem di Perancis pada tahun 1973, ia merekam Gil Ao Vivo pada tahun 1974. Setahun kemudian, ia rekaman barengJorge Ben untuk album Gil & Jorge. Pada tahun 1976, ia melakukan tur dengan Veloso, Gal Costa, dan Maria Betania dan merilis album Doces Báraros.

Album terakhirnya Fé Na Festa dirilis tahun lalu. Hingga sekarang beberapa karyanya yang mendapat perhatian adalah Expresso 2222 (1972), Refavela (1977), Realce (1979), Parabolicamará (1991), Tropicália 2 (1994) (a celebration with Veloso of the 25 years of the Tropicalist movement), Banda Larga Cordel (2008).

Pertunjukan akan berlangsung selama 90 menit tanpa jeda. Selamat menonton!

Agus Setiawan Basuni

Pernah meliput Montreux Jazz Festival, North Sea Jazz Festival, Vancouver Jazz Festival, Chicago Blues Festival, Mosaic Music Festival Singapura, Hua Hin Jazz Festival Thailand, dan banyak festival lain diberbagai belahan dunia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker