News

Komposer I Wayan Sadra – Sono Seni Ensemble wafat

Musikolog dan komposer I Wayan Sadra meninggal dunia di RS Dr Muwardi Solo, Kamis (14/4) sekitar pukul 00.05 WIB, dalam usia 57 tahun. Informasi ini didapat oleh WartaJazz tadi malam lewat BBM dari beberapa rekan penggiat seni dan musisi Jazz Indonesia.

Sadra lahir di Banjar Kaliungu, Kaja, Denpasar, Bali, 1 Agustus 1954. Ia sempat opname tiga hari karena menderita stroke dan gangguan pencernaan akut.

“Kondisi Sadra sempat membaik kemarin dan bisa tertawa-tawa di ruang ICU,” ujar Halim HD, budayawan dan sahabat dekat I Wayan Sadra, beberapa menit setelah Sadra menghembuskan nafas terakhir seperti dikutip dari Tempo Interaktif.

Menurut Halim, sudah sejak lama Sadra menderita gangguan pencernaan dan sempat beberapa kali kena stroke. “Apa hubungan stroke dan gangguan pencernaan yang beliau derita, saya tidak tahu,” kata Halim. “Yang jelas jika pikirannya terlalu terforsir, dia kolaps dan pingsan.”

Ahad (10/4) siang lalu, Sadra pingsan, kemudian dibawa ke rumah sakit. Malam harinya siuman dan kondisinya membaik. Sahabat dan koleganya yang menjenguk ke rumah sakit, malam itu merasa senang karena Sadra

bisa membalas salam dan selalu tertawa. “Meskipun terbaring, malam itu dia terlihat sehat,” kata Halim.

Hari berikutnya semakin membaik, hingga tiba-tiba ada kabar sang maestro wafat. “Saya sama sekali tak menduga beliau pergi selamanya,” kata Halim sambil menahan suaranya yang serak menahan tangis.

***

Wayan Sadra
Wayan Sadra

Sadra dikenal sebagai seniman yang setia di jalur musik. Sejak kecil bisa bermain gamelan secara otodikdaktik. Pada usia 11 tahun, dia melatih kelompok gamelan di Puri Kendran, Gianyar Bali. Berlatar belakang pendidikan Sekolah Menengah Musik Konservatori Karawitan Spesialisasi Musik Tradisional Bali (1972). Melanjutkan kuliah di Jurusan Seni Rupa Lembaga Kesenian Jakarta namun tidak ia tamatkan. Pindah ke Solo dan kuliah pada jurusan Karawitan, Sekolah Tinggi Seni Indonesia (sekarang ISI), melanjutkan ke Program S-2 Penciptaan Seni di tempat yang sama.

WartaJazz memiliki kenangan khusus bersama I Wayan Sadra dan kelompok Sono Seni Ensemblenya. Kami pernah terlibat dalam beberapa kegiatan seperti konser Free Jazz Duo di Pelataran Candi Prambanan tahun 2004. Ia dan kelompoknya juga terlibat dalam pembuatan film Magic Music at the temples yang belakang berubah judul menjadi Teak Leaves at the temples.

Film yang belakangan disebut dikerjakan oleh sutradara Garin Nugroho dan sempat mengambil gambar di Nine MusesJakarta, lalu dilanjutkan di tiga candi tersohor Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko di Yogyakarta.

Ia kerap tampil dalam berbagai pentas Jazz dan World Music. Terakhir kami sempat menemuinya dalam Solo City Jazz, Jazz Up Batik.

***

Dalam situs www.tamanismailmarzuki.com, Sadra tercatat sebagai tokoh dan pengajar musik, terutama musik gamelan Bali di beberapa perguruan tinggi antara lain, STSI/ISI Surakarta,  Institut Kesenian Jakarta (1975–-1978), dan di Universitas Indonesia (1978-–1980). Sejak tahun 1979, ia telah membuat musik untuk konser, musikalisasi, puisi, teater, ilustrasi untuk film kartun, iringan tari, seni instalasi dll.

Bergabung dengan grup Sardono W. Kusumo (1973-1974), mementaskan Dongeng dari Dirah, dan turut serta berkeliling Eropa bersama grup ini. Tahun 1988, menjadi pembicara dalam Pekan Komponis Nasional di Jakarta. Tahun 1989, ikut menghadiri California the Pacific Rim Festival. Tahun 1990, turut berpartisipasi dalam acara Composer to Composer di Telluride, Colorado, Amerika Serikat. Pernah diundang menjadi composer-residence di Dartmouth College, Hanover, New Hampshire, Amerika Serikat (1991) dan menjadi composer tamu Pan Festival Pacific di Wellington, Selandia Baru (1993).

Dari tahun 1990 sampai dengan sekarang beberapa karya musiknya diterbitkan dalam bentuk compact disc, antara lain oleh Broadcasting Music Incorporation (BMI), Prog Peak Composer Collective, American Gamelan Institut (AGI), Leonardo Journal Publication dan The Japan Foundation. Karyanya antara lain : Snow’s Own Dream (1992), Interactions/New Music untuk Gamelan. Karya-karya tersebut disiarkan oleh beberapa radio di dalam dan diluar negeri, juga di pentaskan di beberapa negara.

Tahun 1991, Sadra memperoleh penghargaan New Horizon Award dari International Society for Art Science and Technology, Berkeley, California, Amerika Serikat. Sadra juga aktif menulis artikel, kritik musik di berbagai media massa.

Agus Setiawan Basuni

Pernah meliput Montreux Jazz Festival, North Sea Jazz Festival, Vancouver Jazz Festival, Chicago Blues Festival, Mosaic Music Festival Singapura, Hua Hin Jazz Festival Thailand, dan banyak festival lain diberbagai belahan dunia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker