News

North Sumatra Jazz Festival siap digelar awal Juli 2011

Sebagai kota terbesar di luar Jawa, sudah selayaknyalah Medan pun memiliki sebuah perhelatan jazz besar, berkelas festival. Seolah tak mau ketinggalan dengan banyak kota-kota lain yang terlebih dahulu menggelar perhelatan jazz sebelumnya seperti Denpasar, Jogjakarta, Semarang, Bandung, Pekanbaru, Solo bahkan hingga gunung Bromo, Makassar dan Ambon.

Press Conference North Sumatra Jazz Festival 2011
Press Conference North Sumatra Jazz Festival 2011

North Sumatra Jazz Festival (NSJF) dijadwalkan akan hadir menghiasi kota Medan di awal bulan tepatnya tanggal 1-2 Juli 2011 mendatang.

Sejumlah penampil yang disiapkan oleh Erucakra Mahameru (Direktur Penyelenggara) dan Gideon Momongan (Direktur Festival) yaitu musisi-musisi terbaik dari negeri sendiri Indonesia yakni BEX-Project, LIGRO, Yovie Widianto, Donny Suhendra Project, Sruti Respati plus KSP. Tak lupa pula grup-grup atau musisi jazz lain yang telah lumayan dikenal publik musik Indonesia,tentu saja termasuk grup-grup muda berbakat asal Medan yang antara lain akan dicari melalui kontes pencarian bakat akan dihadirkan.

***

Menyimak lebih lanjut beberapa rencana line-up NSJF yang perdana ini berikut sedikit ulasan tentang mereka:

BEX-Project.
Kelompok yang sebenarnya adalah formasi perdana Emerald Band ini,di akhir 1980-an pernah Berjaya di ajang kontes band internasional di Hongkong dan Jepang. Keyboardist mereka, Iwang Noorsaid bahkan kini ditarik seorang produser eksekutif Malaysia untuk bermukim di Kuala Lumpur menjadi produser rekaman-rekaman pop di sana sejak setahun terakhir ini.

LIGRO.
Grup ini dimotori drummer dari grup pop-rock GIGI, Gusti Hendy. Rekaman album perdana mereka telah dilansir di pasar musik internasional oleh sebuah label independen yang berdomisili di New York dan mendapat tanggapan positif di banyak negara!

Sruti Respati
Pesinden sekaligus penyanyi dan presenter,yang belakangan menanjak namanya lewat acara-acara musik yang bagus-bagus di layar kaca. Ia juga kerap melakukan tur ke Korea, Jepang dan Eropa. Banyak fansnya di sana!

Donny Suhendra Project
Sebuah grup yang berisikan perpaduan musisi senior dan junior. Donny Suhendra adalah gitaris yang juga lumayan kenyang bermain di pentas musik internasional dan bersama vokalisnya, Ivan Nestorman yang juga memiliki banyak fans di luar negeri.

Juga direncanakan tampil, produser dan penulis lagu-lagu hits, Yovie Widianto. Ia akan bermain dengan kelompok fusion-nya bersama para musisi terbaik dan berpengalaman internasional pula.

***

Sebagai pergelaran perdana, NSJF menawarakan landasan konsep yang berbeda dari festival-festival sejenis lainnya. Macam mana perbedaannya? Sebagai tema pada pergelaran pertama ini dipilihlah “Discover Indonesia Experience”, dimana dikedepankan para musisi dan penyanyi jazz terbaik Indonesia yang nyatanya telah dikenal luas publik musik (jazz) internasional. Jam terbang mereka tinggi,di panggung-panggung musik jazz internasional di banyak negara.

Pemikiran paling mendasar, kalau lantas bukan kita lalu siapa lagi yang menghargai kemampuan berlebih mereka yang mumpuni itu? Yang sudah mereka buktikan selama ini dan membuat publik musik (jazz) internasional ternganga takjub dan memberi respon sangat positif. Naif rasanya, mereka malah bisa menjadi lebih dikagumi dan digila-gilai publik pencinta musik (jazz) luar negeri, dibanding di kampungnya sendiri!

Apalagi dengan trend yang makin ramai saja saat ini di negeri kita ini, berbondong-bondong band dan penyanyi ternama luar negeri datang untuk beraksi di depan publik pencinta musik Indonesia. Mana ada lagi tempat bagi para musisi dan penyanyi kita,yang kemampuannya sudah berkelas dunia? Ada gejala-gejala yang mulai “mengkhawatirkan” sebetulnya.

***

Untuk mendukung kegiatan NSJF, pada 19 Mei akan digelar sebuah pre-event yang juga akan menampilkan grup dan penyanyi serta musisi yang berpengalaman luas baik di dalam maupun di luar negeri, yang dimaksudkan sebagai arena pemanasan menjelang pergelaran festivalnya nanti. Selain akan memberikan tambahan pencerahan yang baik untuk pengembangan wawasan dan pengetahuan bagi para pemusik muda ataupun penikmat musik muda Medan dan Sumatra Utara.

Begitulah, dan Medan pun kini menerima Jazz. Menerima dan kelak bisa ikut berbicara! Setelah sebelumnya telah berbicara banyak di panggung musik pop,antara lain lewat para musisi dan penyanyi berdarah Sumatera Utara macam The Mercy’s dan Panbers misalnya. Lalu bahkan punya kewibawaan tersendiri di musik rock, pernah ada “idiom” belum sah dan sukses sebagai rocker kalau belum mampu menaklukkan publik pencinta musik rock Medan. Kemudian juga menghasilkan tokoh-tokoh musik kontemporer yang lulusan sekolah-sekolah musik ternama luar negeri,yang lantas menjadi etnomusikolog penting seperti antara lain Rizaldi Siagian dan alm.Ben Pasaribu.

Medan dan Sumatra Utara pun akhirnya “terjangkit” virus positif jazz. Yang kelak,tentu bagus untuk memberikan lebih banyak lagi warna musik bagi para pencinta musik untuk disimak dan dinikmati. Karena sejatinya musik itu begitu luas dan beragam,tak melulu hanya bentuk “bunyian” tertentu saja yang sering menggempur habis-habisan mata dan telinga lewat stasiun-stasiun televisi atau kebanyakan stasiun-stasiun radio kita.

 

Tags

Agus Setiawan Basuni

Pernah meliput Montreux Jazz Festival, North Sea Jazz Festival, Vancouver Jazz Festival, Chicago Blues Festival, Mosaic Music Festival Singapura, Hua Hin Jazz Festival Thailand, dan banyak festival lain diberbagai belahan dunia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker