News

Mensyukuri 11 tahun perjalanan, WartaJazz gelar Ramadhan Jazz Festival

Tidak terasa, 11 tahun sudah kami berkontribusi pada dunia Jazz (di) Indonesia. Perjalanan yang Insya Allah bermanfaat bagi banyak orang, meski kami sadar bahwa terlalu sedikit yang sudah kami kerjakan.

WartaJazz memulai kehadirannya di ranah publik lewat publikasi online pada 8 Agustus 2000. Dengan mengusung peliputan beragam kegiatan konser, festival, workshop dan sajian informasi lain seperti Jazz birthday, profil, wawancara, opini jazz, style sampai quiz.

WartaJazz bekerjasama dengan puluhan radio di tanah air yang menyiarkan program Jazz baik harian, mingguan maupun dwi-bulanan. Berlanjut pada kerjasama dengan pusat kebudayaan di berbagai kota di Indonesia, baik mendukung kegiatan dan terkadang mengerjakan konser secara bersama.

Secara teknis, hampir semua kegiatan dalam ranah Jazz pernah digarap oleh WartaJazz. Mulai dari membuat acara seperti Bali Jazz Festival, syuting film Magic Music at the Temples (belakangan berubah nama jadi Teak Leaves at the Temple) di 3 Candi Prambanan, Borobudur dan Ratu Boko, membuat WartaJazz Travel Experience di program Jazz Gunung dan Java Jazz Festival dan lain-lain.

***

Kami tidak merayakan acara ulang tahun secara khusus tahun ini. Namun lebih kepada kegiatan yang Alhamdulilah mendapat banyak dukungan dari berbagai pihak. Adalah Ramadhan Jazz Festival yang gagasannya sudah diutarakan beberapa tahun lalu, namun baru terealisasi Insya Allah tahun ini, tepatnya 12-13 Agustus 2011 mendatang.

Bekerjasama dengan Remaja Masjid Cut Meutia (RICMA), Ramadhan Jazz Festival perdana ini akan dimeriahkan oleh sejumlah bintang tamu yang merupakan musisi-musisi Jazz terbaik Indonesia.

Mereka yang akan tampil antara lain Dwiki Dharmawan Spiritual Ensemble, Tompi, Andien, Clorophyl, Soulvibe,  Komunitas Jazz Kemayoran, Beben Jazz, Iwan Abdie & Mr Brightside, Zarro, Demas Narawangsa, Ade Rudiana, Kadek Rihardika, Diah Ayu, The Extra Large, Joe Abdul & friends, Live at Wonderland, HivI!, VnS, Bag Beat, Radhini feat Bayu Isman.

Acara Ramadhan Jazz Festival akan digelar ba’da Taraweh (usai sholat) sekitar pukul 21.00 wib bertempat di Plaza Masjid Cut Meutia, Jl. Cut Meutia No. 1Menteng Jakarta Pusat dan tidak dipungut biaya.

***

“The Real Musician is God, He is A Mastermusician. Human is only His Instruments…”
– John McLaughlin, gitaris jazz legendaris

Ungkapan di atas barangkali bisa menjadi satu refleksi spiritual yang terdalam dari seorang gitaris musik jazz legendaris. Meskipun dia bukan seorang muslim, namun pengakuan tersebut secara tersirat menunjukan bahwa manusia yang lemah ini tidak akan menjadi besar tanpa peran dari Yang Maha Kuasa dan Maha Pencipta. Termasuk para seniman atau musisi.

Tuhan dari Dia-lah manusia mempunyai kehalusan perasaan dan jiwa. Karya seni manusia sering muncul atas “kepekaan” perasaan, jiwa seorang seniman. Kepekaan tersebut hanya sekedar secercah manifestasi dari sifat Lathif-Nya. Seniman juga memerlukan sentuhan kecerdasan maupun akal budi dalam berkarya. Dari-Nya lah sumber kecerdasan dan akal budi hadir dalam berbagai karya seni agung. Sebagaimana Allah Yang Maha Mengetahui, Maha Mendengar, lagi Maha Melihat. Landasan spiritual tersebut ternyata menyadarkan sebagian musisi dalam mencari sisi – sisi spiritual atas dari mana mereka berasal dan ke mana mereka akan menuju.

Dalam dunia nyata, musik dan praktek ibadah sering terjadi kolaborasi timbal balik yang sangat erat. Musik bisa dijadikan sarana untuk membantu mendekatkan diri kepada Yang Maha Pencipta. Tidak sedikit musisi jazz yang muslim juga memasukkan unsur-unsur agama dalam musiknya, di Indonesia sebagai contoh dalam kumpulan album ”Sound of Believe” dimana para musisi jazz Indonesia merayakan bulan suci melalui musik-musik mereka. Tanpa banyak terekspose ke permukaan, banyak musisi – musisi jazz legendaris juga memeluk agama Islam. Contohnya seperti Art Blakey (Abdullah ibnu Buhaina), McCoy Tyner, Ahmad Jamal, Abdullah Ibrahim sampai John Coltrane yang juga sering memasukkan unsur-unsur religius dalam musik mereka. Jazz dan keberagama-an senyatanya bisa saling berkait dan Jazz bisa menjadi ekspresi religius dalam bermusik.

***

Akhirnya, dengan rendah hati kami memohonkan doa kepada anda semua, semoga kami tetap dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan musik khususnya Jazz di Indonesia.

WartaJazz berulang tahun, bagikan 11 Paket hadiah untuk Jazzlovers

Agus Setiawan Basuni

Pernah meliput Montreux Jazz Festival, North Sea Jazz Festival, Vancouver Jazz Festival, Chicago Blues Festival, Mosaic Music Festival Singapura, Hua Hin Jazz Festival Thailand, dan banyak festival lain diberbagai belahan dunia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker