FestivalNews

Solo City Jazz 2011 Jazz Up Heritage

Solo City Jazz 2011
Solo City Jazz 2011

Setelah absen tahun lalu karena banyaknya bencana alam, maka tahun ini SOLO CITY JAZZ (SCJ) digelar kembali, tetap sebagai jazz nya kota Solo yang berkostum batik dan mengangkat heritage (jazz up heritage) sebagai temanya. Para penonton juga dibebaskan dari membeli tiket hanya dianjurkan untuk memakai batik atau ada sentuhan batik pada kostumnya.

Diadakan pada Jum’at tgl 23 September 2011 di taman Budaya Sriwedari yang baru saja selesai dipugar dan pada Sabtu 24 September 2011 di beberapa pasar.

Ada 3 pasar yang akan digunakan yaitu pasar Gede, pasar Klewer dan pasar Antik Triwindu. Kalau pada tanggal 23 September diadakan pada sore hingga dini hari, maka pada tgl 24 diadakan pada siang hari.

Pengisi acara untuk Solo City Jazz kali ini terdiri dari Jakarta, Bandung, Salatiga dan Solo mereka adalah; Zarro & de Vega, Fariz RM. Trio, Sono Seni Ensemble, Healthybody, Tesla Manaf & Mahagotra Ganesha, Diah Ayu, GRSB, Jazz & Classica Family dan Solo Jazz Society.

 

Susunan Acara

SCJ dijadwalkan dimulai pada pukul 16.00 dengan penampilan GRSB (Gilang Ramadhan School Band) sebagai pembukanya, mereka terdiri dari murid-murid GRSB, yang akan membuat sebuah pertunjukan perkusi secara ensemble. Diteruskan oleh penampilan Diah Ayu dari Jakarta dengan group bandnya akan mengawal SCJ masuk pada pertunjukan musik, Diah Ayu adalah gadis belia (13 tahun) yang cukup berbakat di bidang tarik suara, rencananya album perdananya akan dirilis bulan November mendatang.

Jazz & Classica Family dari Salatiga adalah penampil berikutnya, untuk diketahui group ini terdiri dari seorang ayah dengan 2 putrinya, prestasi yang pernah diraih adalah juara lomba cipta lagu tingkat nasional. Senja akan semakin hangat dengan band Ska-Jazz dari Jakarta, mereka menamakan kelompoknya dengan Healthybody. Kalau ada pertanyaan kenapa band SKA maka mereka akan dengan fasih menceritakan bahwa SKA adalah salah satu ranting dari jazz, mereka akan membawakan lagu sendiri dari albumnya Beat Love and Mood Swinger dan berjanji akan membawakan lagu jazz standar secara SKA diantaranya adalah I’m in themood of love, Take 5 dan Russian with Love. Healthybody menutup sesi sore, untuk jeda sholat Magrib.

Jam 19.00 acara dilanjutkan kembali oleh Solo Jazz Society, kelompok ini merupakan wadah musisi jazz muda Solo, mereka mempunyai fans yang cukup banyak di kota Solo. Kemudian sebuah penampilan unik dijanjikan oleh Tesla Manaf & Mahagotra Ganesha, yang memainkan fusion Jazz dengan gamelan Bali ditambah dengan tarian Bali sebagai pemanisnya.

Sono Seni Ensemble akan menjadi penampil berikutnya, tentu dengan jam terbang dan kepiawaiannya tak diragukan lagi, ditambah kali ini pertunjukan Sono seni juga akan mengenang pendirinya, seorang seniman Bali yang menjadikan Solo sebagai kota tempat tinggalnya hingga akhir hayat, maka mereka akan membuat penampilan kali ini sebagai tribute untuk I WAYAN SADRA.

Lanjut ke penampil berikut, Zarro & deVega yang namanya sudah terkenal dikalangan penikmat jazz juga tidak kalah istimewanya, karena latin jazz yang dibawakannya berbahasa Kaili (Palu-Sulawesi). Rasanya sebutan bahwa musik adalah bahasa universal akan tercakup disini. Kemudian Fariz RM, sang legenda hidup akan menjadi penutup yg manis SCJ malam ini, dengan hitsnya, masyarakat Solo akan diajak bernostalgia ke tahun 80 an.

 

Jazz berkeliling Pasar

Sabtu 24 September, giliran para musisi akan mendatangi para pedagang dan pembeli di pasar-pasar tradisional. Jazz pasar atau ngamen jazz tidak terlepas dari niat panitia, ingin lebih memperkenalkan musik jazz kepada khalayak luas, Zarro dengan trio nya akan menyanyikan lagu dolanan jawa, Gundul-gundul Pacul dan lagu lainnya yang sudah tidak asing ditelinga masyarakat Solo, hanya semua diaransemen kembali ke format jazz.

Selain itu panitia juga ingin mengajak para musisi dan penikmat jazz untuk ikut menikmati bangunan kuno pasar Gede yang sampai sekarang masih dipertahankan bentuk keasliannya, lalu pasar Klewer yang terkenal akan batiknya menjadi pasar berikutnya, setelah makan siang kami akan melanjutkan ngamen, kali ini pasar Triwindu, sebuah pasar barang antik yang setelah dipugar menjadi cantik, di pendopo plazanya ngamen jazz kali ini akan ditutup, selesai pula seluruh rangkaian acara SCJ 2011 dengan harapan tahun depan SCJ digelar kembali.

Walaupun SCJ 2011 digelar secara sederhana, tetap tidak menghilangkan cirinya sebagai event yang yang lebur dengan budaya dan tradisi yang ada di kota Solo.

Penyelenggara : C-pro Production

Mitra Penyelenggara : Mataya Art & Heritage

Pendukung Acara : Kantor Kementrian Budaya dan Pariwisata RI

Pemerintah Kota Solo

Agus Setiawan Basuni

Pernah meliput Montreux Jazz Festival, North Sea Jazz Festival, Vancouver Jazz Festival, Chicago Blues Festival, Mosaic Music Festival Singapura, Hua Hin Jazz Festival Thailand, dan banyak festival lain diberbagai belahan dunia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker