News

Mampir ke Jakarta, Jessica Manuputty digandrungi ribuan penggemar!

Liputan konser Jessica Manuputty di Erasmus Huis, Jakarta, 5 Oktober 2011

…Sudah berlayar jauh bagini e
Tinggalkan Ambon tanah yang manis
Kalau kuingat sampai disini e
Tongkalah dagu dudu termenung…

Jessica Manuputty saat konser di Erasmus Huis Jakarta
Jessica Manuputty saat konser di Erasmus Huis Jakarta

Itulah penggalan lirik “Sudah Berlayar,” lagu dari tanah Maluku yang dilantunkan Jessica Manuputty saat menggelar konser di Erasmus Huis Jakarta, Rabu malam (5/10). Diiringi petikan gitar akustik Paul van Kessel, tembang itu dinyanyikan Jessica dengan penuh penghayatan, mengingat dirinya yang berdarah Ambon, namun lahir dan besar di negeri Belanda, jauh dari kampung halaman. Audiens pun antusias menyambut dengan senyum dan tepuk tangan meriah, pula terlihat deretan kursi yang terisi penuh, tak lowong satupun.

Pertunjukan malam itu digelar sebelum Jessica berangkat menuju Ambon segera setelahnya, untuk tampil pada Ambon Jazz Plus Festival (AJPF) 2011 yang berlangsung tiga hari, 7-9 Oktober. Jessica hadir bersama band pendukungnya; Daniel von Piekartz (piano, kibor), Nathan Klumperbeek (bas elektrik), Jamie Peet (drum), dan gitaris Paul van Kessel, bawakan lagu-lagu energik dalam irama R&B, funk, jazz, hingga soul.

Vokal Jessica terdengar lantang dan memiliki artikulasi yang baik, frase-frase catchy ia nyanyikan santai dan luwes. Pemain lain turut mendukung lewat hentakan drum dan bas sebagai pemandu beat, sedangkan Daniel mengolah harmoni dengan denting piano juga bunyi sintetis rhodes dari kibornya. Alhasil, penonton langsung memenuhi ajakan Jessica untuk berdiri dan bergoyang ikut irama dengan antusias.

Jessica Manuputty
Jessica Manuputty

Tembang-tembang yang disajikan ditulis oleh Jessica, semisal alunan “A Breathless Hush,” “Mauro’s Dance,” “Stay” yang bergaya Motown, serta “My Tutu.” Ada pula lagu milik Sly & the Family Stone yang populer akhir 1960-an, “Everyday People” dalam balutan funk. Sedangkan untuk nomor “Sudah Berlayar,” terdengar manis sekali, syairnya seolah menyuarakan isi hati si nona Ambon tersebut.

Penonton yang tidak mendapat kursi di dalam dan harus puas menyaksikan aksi Jessica di pelataran Erasmus Huis lewat proyektor, akhirnya berkesempatan untuk bertemu langsung dengannya. Usai pertunjukan, Jessica membagikan CD dan menandatangani satu persatu di depan pintu masuk, layaknya sesi jumpa fans. Ia langsung dikerumuni oleh para penggandrung instan yang rela mengantri dan berdesak demi kepingan CD, tanda tangan, atau foto bersama.

Jessica Manuputty pada sesi pembagian CD dan tanda tangan setelah konser
Jessica Manuputty pada sesi pembagian CD dan tanda tangan setelah konser

Acara malam itu cukup sukses, berhasil menarik banyak penonton yang bahkan tidak pernah mendengar nama Jessica Manuputty sebelumnya. Melihat respons positif seperti ini, boleh jadi ia bakal sering pulang kampung di masa yang akan datang guna memuaskan pendengarnya di tanah air. Mantap, usi!

…Beta tra lupa jalan dan jembatanmu
Lagi kuingat pantai dan pasirmu
Sudah berlayar jauh bagini e
Ingatkan Ambon tanah yang manis…

***

Jessica Manuputty akan tampil pada Ambon Jazz Plus Festival (AJPF) 2011 pada hari kedua dan ketiga, 8 dan 9 Oktober. Festival ini bertempat di Pattimura Square, Ambon.

Tags

Thomas Y. Anggoro

Lulusan ISI Yogyakarta. Telah meliput festival di berbagai tempat di Indonesia dan Malaysia.

Related Articles

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker