News

Gitar Pusaka Jack Lesmana bersama LLW di Jazz Traffic Surabaya

Kehadiran LLW di Djarum Super Mild Jazz Traffic Festival yang dihelat Radio Suara Surabaya, Minggu (27/11/2011) malam dihangatkan penampilan Dira Sugandi yang tampil dengan suara seksinya.

“Sudah lama nggak ke Surabaya nih,” ujar Indra Lesmana personel LLW yang merupakan nama belakang dari masing-masing personil yaitu Lesmana, Likumahuwa, Winarta. Dua nama terakhir disebut juga tampil dengan kelompok mereka masing-masing yaitu Barry Likumahuwa Project dan Sandy Winarta Quartet.

Komposisi Moon over Asia atau Bulan di atas Asia adalah satu nomor yang menarik untuk disimak. Komposisi lawas ini diaransemen ulang tentu dengan lineup yang berbeda dengan Java Jazz terutama ketiadaan suara flute dan saxophone Embong Rahardjo yang digantikan oleh Indra Aziz, vokalis yang juga seorang saxophonis. Yang mengharukan permainan LLW  menampilkan gitar asli milik Jack Lesmana, ayahanda sang pianis.

Sejumlah komposisi dalam album Love, Life, Wisdom juga ditampilkan dalam Jazz Traffic Festival ini. Buat LLW, kata Indra Lesmana, album ini special. Inilah album pertama yang dihasilkan kelompok ini sejak lahir April 2010 silam.

Sebuah eksperimen tentang distribusi komposisi di album ini sempat dilakukan sebelum album itu dikeluarkan. “Jadi, komposisi di album itu kita rekam dan kita lempar dulu di iTunes. Ternyata mendapat respon positif. Bahkan masuk ranking 42 album terlaris,” jelasnya.

Setelah sukses di internet, album itu diedarkan dalam bentuk keeping CD. Dalam event Djarum Super Mild Jazz Traffic Festival 2011 di Grand City Convex Surabaya, album Love, Life, Wisdom laris terjual habis di stand WartaJazz.

Dalam konferensi pers, Indra Lesmana juga mengungkapkan, dalam event inilah format LLW tampil lengkap. “Ada Dira Sugandi yang tampil sebagai vokalis dan sejumlah pemain tambahan. Inilah format yang paling lengkap,” kata dia.

Saat ditanya WartaJazz soal kemungkinan mendokumentasikan seluruh karya Indra Lesmana dengan grupnya yang berbeda-beda – sebut saja Java Jazz, GIF, PIG, Kayon atau Reborn misalnya Indra Lesmana menjawab, “Ide yang bagus sih. Memang saat di rumah dalam waktu senggang, sempat terpikir untuk mengumpulkan kembali karya saya dan dikompilasi ulang. Tapi memang belum sempat direalisasikan”.

Ke depannya, LLW ingin terus berproses kreatif secara natural dan menghasilkan komposisi-komposisi yang lebih baik. “Proses kreatif kami memang natural. Saat saya ketemu teman-teman, mereka bermain musik, saya mencoba untuk memasukkannya ke musik saya. Tidak pernah secara sengaja kita bikin musik. Prosesnya memang natural,” ungkap Indra Lesmana.

Agus Setiawan Basuni

Pernah meliput Montreux Jazz Festival, North Sea Jazz Festival, Vancouver Jazz Festival, Chicago Blues Festival, Mosaic Music Festival Singapura, Hua Hin Jazz Festival Thailand, dan banyak festival lain diberbagai belahan dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker