Mari bergoyang dalam sensualitas tepuk conga Poncho Sanchez!
Maestro conguero Poncho Sanchez merupakan salah satu tokoh terdepan, jaminan mutu dalam urusan olah ritmis jazz Afro-Cuban. Lebih dari tiga dasawarsa ia bermusik, entah menjadi leader pun sideman dalam berbagai proyek bersama musisi lain.

Poncho ialah bungsu dari sebelas bersaudara, lahir di Laredo, Texas lalu kemudian besar di Norwalk, California. Di masa remaja, ia terbiasa mendengarkan dan pula dipengaruhi oleh dua genre berbeda; preferensi Afro-Cuban seperti mambo, son, cha-cha, rumba, guaracha, dan salsa, pun bebop yang diusung oleh Charlie Parker.
Instrumen conga, yang dikuasainya kini, bukanlah pilihan pertama. Poncho justru mengawali karir sebagai gitaris dan penyanyi, berlanjut mempelajari otodidak flute, drum, juga timbales. Barulah ketika beranjak dewasa, ia mulai menggeluti conga dengan serius. Poncho terinspirasi oleh penepuk conga asal Kuba, Mongo Santamaria.
Dirinya pula mendapat kepercayaan dari Cal Tjader, untuk bergabung dalam band milik vibrafonis idolanya tersebut sampai wafatnya Cal di tahun 1982. Setahun setelahnya, Poncho bernaung di label Concord Records, yang berlanjut selama 24 tahun ke depan. Selama itu pula, ia produktif menggarap album, meraih banyak nominasi Grammy dan tahun 2000 menggondol piala Grammy untuk Best Latin Jazz Album atas rekaman bertajuk Latin Soul (Concord, 1999).
Album gresnya, Chano y Dizzy! (Concord, 2011), tak lain adalah sebuah penghargaan sekaligus nostalgia. Genre Afro-Cuban jazz yang kita dengar saat ini merupakan kulminasi atas pertemuan besar kedua tokoh; trumpeter Dizzy Gillespie dan perkusionis Kuba Chano Pozo tahun 1947 silam. Versatilitas tiupan Dizzy bersinergi dengan sensualitas irama Afro-Cuban milik Chano kini dihadirkan kembali lewat kolaborasi conguero Poncho dan peniup trumpet Terence Blanchard.
