Java Jazz FestivalNews

Farah Di

Unik, belia, dan bertalenta itulah tiga kata yang dapat mewakili sosok yang satu ini. Lahir 15 tahun lalu di Van Nuys, California dan berani menjajal musik jazz sebagai genre musiknya. Namanya Farah Di.

Gadis yang kini beranjak dewasa itu bernama lengkap Farah Dibja Fuadi. Ia bernyanyi sejak umurnya menginjak tahun keempat. Tak main-main, ia secara langsung dibimbing oleh penyanyi jazz kawakan Indonesia, Syaharani. Farah yang juga mahir bermain piano akhirnya mewarnai belantika musik Indonesia melalui debut albumnya yang bertajuk Merah Biru.

Ireng Maulana, Cendy Lentungan, Hendri Lamiri, Hari Wisnu, dan berbagai musisi lain turut mendukung Farah di album tersebut. Pesisir Pantai, Ayah Ibu, Say No To Drugs, Berkemah, dan Tol adalah empat dari sepuluh lagu yang ia lantunkan di dalamnya.

Pesisir Pantai yang menjadi tembang unggulan hadir menghibur pendengar dengan alunan irama bernuansa bossanova. Tak hanya itu, sentuhan perkusi ala musik pantai juga melengkapi komposisi lagu tersebut. Farah juga berani bereksperimen dengan vokalnya di album yang sama. Di lagu Merah Biru, pendengar akan mendengar kemampuannya bernyanyi di jalur blues dan bernyanyi ballad di lagu Ayah Ibu.

Jam terbangnya di berbagai pertunjukan musik jazz tak bisa dipandang sebelah mata. Di usianya yang masih belia dan di sela-sela kesibukannya bersekolah, Farah kerap tampil di beberapa pertunjukan musik jazz lingkup internasional. Bandung World Jazz, Jakjazz, dan Jakarta International Java Jazz Festival (JIJJF) merupakan tiga ajang musik berskala dunia yang disinggahi olehnya. Tahun ini, kita akan dapat menyaksikan kebolehannya bernyanyi jazz di JIJJF hari Sabtu, tanggal 3 Maret.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker