Indonesian Youth Regeneration: Harapan generasi baru musik Indonesia
Industri musik Indonesia ibarat roda yang berputar. Setelah demam grup band rasa pop melayu, kini hadir trend boys dan girls band. Panggung komersial musik Indonesia dijamuri gerak tari dan lantunan grup-grup vokal. Sayangnya tidak banyak dari mereka yang dibekali teknik bernyanyi yang memadai baik secara individu maupun kelompok.
Diluar itu, meski dalam porsi minor, ternyata masih ada sekelompok musisi yang masih berusaha menyeimbangkan porsi kemampuan teknis bermusik dan komersial dalam karya mereka. Salah satunya yang bisa disebutkan adalah IYR.
IYR, atau Indonesian Youth Regeneration, adalah sekelompok musisi muda berusia 17-19 tahun dengan masing-masing personal memiliki teknik dan pengalaman bermusik yang baik. Terbukti meskipun masih dalam usia yang sangat muda, mereka telah berpartisipasi dalam beberapa festival musik Nasional dan Internasional seperti; Wine and Jazz Singapore Festival 2010, Jazz Goes To Campus 2009-2010, dan Java Jazz Festival 2010.
Salah satu rising star di musik Indonesia ini menjadi Grand Champion di SINGAPORE PERFORMING ARTS JUNIOR CHAMPIONSHIP, INTERNATIONAL KIDS PERFORMING FESTIVAL pada akhir Juni 2010 di Esplanade, Singapura. Kelompok remaja ini memenangkan kompetisi itu dengan nilai tertinggi di babak final, hingga berhak membawa pulang hadiah Trophy dan uang tunai sebesar 5000 USD.
IYR yang dibentuk pada Oktober 2009 kini terdiri dari Dennis Junio Gani (Saxophone), Demas Narawangsa (Drum), Albert Fakdawer (Vokal), Reno Castello (gitar), dan Ankadiov Subran (Bass). Panggung Java Jazz Festival menjadi ajang untuk mempresentasikan musik IYR yang dengan membawa nama “Indonesia” di depan nama kelompoknya, mereka memutuskan untuk mempromosikan BangsaIndonesia.
