News

Sheila E., lebih dari sekedar perkusionis latina

Kesibukan pemilik nama Sheila Escovedo ini daftarnya cukup panjang; drummer, perkusionis, vokalis, songwriter, arranger, produser, komposer, instrumentalis, aktris, dan pekerja kemanusiaan. Begitu pula dengan musiknya, Sheila melakoni lintas genre, latin, jazz, fusion, pop, R&B, hingga rock.

Sheila E.
Sheila E.

Bakat musik Sheila  terbentuk dari lingkungan keluarga yang musikal, ia punya seorang ayah Pete Escovedo, timbalero kenamaan yang juga bandleader grup Azteca. Sheila untuk pertama kalinya tampil di atas pentas di usia 5 tahun! Di sebuah konser, ayahnya mengundang Sheila bermain solo di hadapan sekurangnya 3000 audiens.

Pengalaman tersebut menjadi titik awal karirnya hingga kini, dan sejak usia 17, Sheila telah melakukan sesi rekaman juga tur bersama sederet musisi tenar. Sebut saja Billy Cobham, Herbie Hancock, George Duke, Ringo Starr, Tito Puente, Natalie Cole, dan Stevie Wonder di antaranya.

Karir solonya bermula ketika ia bermain bersama Prince, yang turut membantu album debut Sheila, The Glamorous Life. Sejak itu ia dikenal dengan nama panggung Sheila E., dan album tersebut mendapat banyak nominasi penghargaan pada Grammy dan American Music Award.

Meskipun banyak terlibat dengan beragam proyek sebagai session player di ranah musik pop, toh Sheila tetap memiliki kecintaan mendalam pada akar budaya musiknya. Terwujud dalam Latina Familia, mengusung latin jazz bersama sang ayah dan musisi legendaris yang juga godfather (ayah baptis) Sheila, Tito Puente. Selain itu, album tersebut menampilkan pula virtuositas Sheia sebagai perkusionis papan atas.

Kini, di  samping menjadi musisi berpengalaman, Sheila turut aktif bergerak dalam bidang kemanusiaan. Ia mendedikasikan waktu dan talenta yang ia miliki di sebuah organisasi bernama Elevate Hope Foundation (EHF), di mana ia pun sebagai pendiri dan wakil ketuanya, untuk  membantu anak-anak yang terabaikan serta ditelantarkan, melalui terapi musik.

“Ada banyak sekali anak-anak yang butuh uluran tangan,” ujar Sheila. “Dan kami berupaya untuk membangun kepercayaan diri mereka lewat musik dan seni. Saya percaya bahwa kami diberi kesempatan untuk membantu orang lain yang lebih membutuhkan. Kita sepatutnya berbagi atas apa yang kita miliki, dengan itulah hidup kita sejati adanya,” tutupnya.

Thomas Y. Anggoro

Lulusan ISI Yogyakarta. Telah meliput festival di berbagai tempat di Indonesia dan Malaysia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker