Java Jazz FestivalNews

Robert Randolph and the Family Band: slidin’, twangin’, then dancin’!

Liputan Robert Randolph and the Family Band, Java Jazz Festival 2012, 2 Maret.

Jika lazimnya pedal steel guitar sebagai penanda bunyi musik country, Hawaiian, atau gospel tradisional, cobalah menyimak Robert Randolph and the Family Band. Sang leader pula pemetik instrumen tersebut, Robert Randolph, justru meramu blues, soul, funk, dan rock n’ roll secara apik. Ia begitu terinspirasi oleh jawara blues Stevie Ray Vaughan, boleh dikata Robert adalah jelmaan Stevie di atas gitar yang punya warna suara spesifik itu.

Robert Randolph and the Family Band (JavaJazz 2012)
Robert Randolph and the Family Band (JavaJazz 2012)

Robert Randolph and the Family Band manggung di hari pertama Djarum Super Mild International Java Jazz Festival 2012 lepas pukul setengah dua belas malam, menyusul penampilan artis dan grup ternama seperti Bobby McFerrin, Herbie Hancock, MMW, dan Juilliard Jazz Trio. Bertempat di A2 BNI Hall, Robert hadir bersama drummer Marcus Randolph, basis Danyel Morgan, serta Brett Andrew Haas (gitar, kibor).

Musik yang mereka kerahkan kuat sekali sugesti goyangannya, nomor demi nomor berdenyut funk dengan cengkok soul mengakar pada Earth, Wind & Fire juga Sly & the Family Stone membuat ribuan audiens, terutama barisan depan, antusias ikuti irama sambil menari. Seketika arena tonton beralih fungsi menjadi lantai dansa!

Perhatian jelas tertuju pada Robert, aksinya sungguh atraktif dan mampu memanaskan suasana. Terlihat ia begitu cekatan, lewat luncuran frase-frase portamento pula glissando yang tak mungkin dilakukan pada gitar biasa. Bunyi distorsif namun renyah instrumen andalannya itu makin menjadi waktu riff fenomenal “Voodoo Child” kepunyaan dewa gitar Jimi Hendrix mulai dimainkan, lengkap dengan suara sintetis wah-wah pedal yang berlekuk.

Robert Randolph (JavaJazz 2012)
Robert Randolph (JavaJazz 2012)

Sebelum rampung, band ini menyajikan atraksi menarik; ketiga personil yaitu Robert, Danyel, dan Marcus, saling bertukar posisi instrumen dalam sebuah garapan jam session emansipatoris. Alhasil, penonton dibuat terkagum-kagum serta membalasnya dengan applause meriah hingga pertunjukan usai.

Tags

Thomas Y. Anggoro

Lulusan ISI Yogyakarta. Telah meliput festival di berbagai tempat di Indonesia dan Malaysia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker