Java Jazz FestivalNews

Djarum Super Mild Java Jazz Festival 2012, Hari Ketiga, jazz lovers tetap antusias meski gerimis mengguyur

Djarum Super Mild Java Jazz Festival 'Where Jazz Finds a Home' sudah memasuki hari terakhir. Rangkaian acara selama tiga hari ini menjadi pelepas penat sebelum kembali menjalankan rutinitas sehari-hari. Memang tidak sepadat kemarin, tetapi desakkan penonton masih terlihat memenuhi setiap panggungnya untuk melihat penampilan musisi kesayangan.

"Penonton hari sabtu memang lebih banyak dibandingkan hari ini. Lihat saja parkiran kemarin, penuh dan berantakan," ucap Rudi, salah satu crew di acara JavaJazz Festival tahun ini.

Salah satu kemeriahan tampak pula dari padatnya jumlah penonton yang ingin melihat penampilan Trio Lestari. Grup yang beranggotakan Tompi, Sandy Sandoro, dan Glenn Fredly ini menghadirkan penampilan terbaiknya. Mereka menyertakan sedikit candaan sebagai bumbu hiburan yang mengundang tawa penonton. Suara emas Glenn Fredly dengan lagu baladanya mampu menyayat-nyayat hati para perempuan. Bukan hanya sekedar menghibur, Trio Lestari juga mengedarkan kotak peduli ke penonton untuk diisi sejumlah uang yang akan disumbangkan.

Selain itu, JavaJazz 2012 juga dimeriahkan oleh Benyamin On Jazz: Tribute to Legend yang mempersembahkan lagu-lagu Benyamin dengan sentuhan ala jazz. Basis Indro dan Violis muda, Didit, turut mengeluarkan seluruh kemampuannya sebagai wujud apresiasi terhadap karya musisi asal Betawi, Bang Ben, yang tak ada duanya.

Di tengah guyuran air hujan, fans Duwende tak juga bubar meninggalkan panggung outdoor, justru semakin bersemangat menyaksikan Duwende beraksi di atas panggung. Penampilan kedua dari grup akapela asal New York di JavaJazz Festival tetap menjadi magnet tersendiri. Kemampuan bermusik mereka mampu menarik penonton untuk menyaksikannya hingga tuntas.

Stevie Wonder, Al Jerreau & George Duke Trio, dan Pat Metheny menjadi penutup rangkaian JavaJazz Festival 2012 yang sudah dihelat selama 8 tahun terakhir

Ajie Wartono

Memimpin divisi Projects & Event Management. Pernah mengikuti Dutch Jazz Meeting di Amsterdam, Belanda. Selama dua tahun dipercaya menjadi Ketua Festival Kesenian Yogyakarta (2007, 2008) selain sebagai Program Director, Bali Jazz Festival dan Ngayogjazz

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker