News

Bersama UNESCO, Herbie Hancock proklamirkan “International Jazz Day,” 30 April

 

Mulai tanggal 30 April mendatang, setiap tahun setelahnya jazz akan dirayakan di seluruh dunia sebagai bahasa universal atas kebebasan. Dicanangkan oleh UNESCO, dengan Herbie Hancock selaku Goodwill Ambassador dan mendapat dukungan sepenuhnya oleh Direktur-Jenderal UNESCO, Irina Bokova. Selain itu, perhelatan tersebut melibatkan pula kolaborasi dengan Thelonious Monk Institute of Jazz.

Inisiatif tersebut datang dari Herbie Hancock, yang merupakan program pertamanya sebagai Goodwill Ambassador. Misinya adalah untuk mendorong terjadinya dialog lintas budaya dan pemahaman tentang jazz, lewat edukasi jazz terutama kepada anak-anak yang memiliki keterbatasan sarana belajar serta program ini akan ditawarkan bagi 195 negara anggota UNESCO.

Menurut Irina, “Rancangan International Jazz Day bertujuan untuk menyatukan berbagai komunitas, sekolah, dan kelompok lain di seluruh dunia untuk merayakan serta lebih mendalami seni jazz, mulai dari akar sampai pengaruhnya, dan kontribusi signifikan jazz sebagai sarana komunikasi yang melampaui perbedaan,” terangnya.

Guna mengantisipasi hari bersejarah tersebut, sederet acara akan dimulai tanggal 27 April di Markas Besar UNESCO, Paris. Programnya meliputi pertunjukan hingga edukasi, di malam hari konser siap digelar yang diramaikan oleh musisi-musisi jazz terkemuka, antara lain Dee Dee Bridgewater, Marcus Miller, Gerald Clayton, Terri Lyne Carrington, dan pastinya Herbie Hancock. Siang harinya adalah rangkaian diskusi, workshop, maupun masterclass juga aktifitas lainnya.

Pada 30 April besok, selebrasi jazz bermula dengan “sunrise concert” di tempat lahirnya jazz, kota New Orleans berpusat pada venue Congo Square. Penampilnya mulai dari Ellis Marsalis, Kermit Ruffins, Treme Brass Band, dan lain-lain.

Petangnya, beralih ke New York City, tepatnya di General Assembly Hall PBB, berupa “sunsest concert” yang direncanakan menjadi salah satu perayaan jazz terbesar sepanjang masa, menghadirkan para insan jazz dari penjuru dunia, Zakir Hussain, Shankar Mahadevan (India), Angelique Kidjo (Benin), Lang Lang (China), Romero Lubambo (Brasil), Hugh Masekala (Afrika Selatan), Hiromi (Jepang), bersama Wynton Marsalis, Christian McBride, Wayne Shorter, Esperanza Spalding, Jack DeJohnette, Dianne Reeves. Turut meramaikan, George Duke sebagai Musical Director, juga pemandu acara Quincy Jones, Robert DeNiro, Michael Douglas, dan Morgan Freeman.

Herbie Hancock
Herbie Hancock

Pesan dari Herbie Hancock, “Mohon untuk sejenak kita memperingati setiap tahunnya, dalam satu hari, untuk jazz dirayakan, dipelajari, pula dimainkan di penjuru dunia selama 24 jam penuh. Kolaborasi antara ikon jazz, akademisi, pemusik, penari, penulis, dan cendekia yang peduli akan keindahan, semangat, serta kaidah jazz untuk berbagi pengalaman secara bebas, baik di kota besar, kecil, di seluruh dunia melintasi tujuh benua,” ujarnya. Ia menambahkan,”Musik selalu menjadi jembatan antar budaya; dan tidak ada bentuk seni musik yang lebih efektif sebagai media diplomasi selain jazz,” tutupnya. 

Tags

Thomas Y. Anggoro

Lulusan ISI Yogyakarta. Telah meliput festival di berbagai tempat di Indonesia dan Malaysia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker