FestivalNews

Locafore: Cara Bandung Merayakan Seni dan Jazz

Mengepas serasi festival musik dengan kuliner adalah kombinasi lumrah. Akan tetapi, padu-padannya festival jazz, desain, dan kuliner adalah pengalaman unik Locafore yang sukses digelar tiga edisi sudah. Kombinasi Locafore 2012 kembali disituasikan di Bandung dengan kelebihan khasnya: kiblat besar tren musik tanah air sekaligus ibu kota perayaan hal-hal berbau seni lainnya yang berciri urban. Mengambil tempat di Bale Pare Kota Baru Parahyangan (21-23/09/’12) yang cukup berjarak dari pusat kota pun tak menyurutkan animo pengunjung. Bahkan, hitungan 6,000 orang dibukukan malam perdananya.

locafore-2012-art-design-jazz-festival-maya-hasan.jpg
Maya Hasan di Locafore 2012

Tak dipungkiri bahwa penarik minat seperti Kahitna, Andien, dan Barry Likumahuwa Project menyumbang besar angka pengunjung Jumat malam. Namun, bicara menu lainnya, pentas ini tak perlu malu-malu memajang cap festival jazz dengan menyajikan pula seleksi otentik sebagai alternatif ragamnya. Pada hari ke-2, Shadow Puppets Quartet memilih klasik Gershwin (Porgy and Bess) atau Claire Fischer di antara originalWhat the Dog Saw” atau “Play by Ear” masing-masing karya Robert Mulyarahardja dan Irsa Destiwi. Sandy Winarta Quartet pun mengakrabi klasik Thelonious Monk dan Duke Ellington dalam interpretasi matang. Pianis Ade Irawan yang tampil memukau tahun sebelumnya dalam formasi berbeda, kini memperkuat kuartet solid tersebut bersama kontrabasis Chaka Priambudi dan gitaris Johanes Radianto.

Sementara itu, porsi kontemporer diisi pemetik harpa Maya Hasan yang memilih ayun lapang “Scarborough Fair” dari khazanah celtic ataupun “Symphony No. 40“, keduanya dengan pendekatan moderen up beat. Vokalis Syaharani, Sierra Soetedjo, Lala Suwages, hingga ratu jazz Bandung sepanjang jaman pun, Margie Segers, jadi slot jadwal yang dinanti-nanti.

locafore-2012-syaharani-donny-suhendra.jpg
Syaharani yang menyelipkan blues materi album baru dalam nuansa soul

Selain drama kecil rebutan parkir dan macet di sekitar lokasi; berlarian mengejar start panggung lantai-dansa Maliq & D’Essentials, reuni The Groove formasi debut atau denyut urban Sister Duke; kompleks pameran desain produk siap pakai bisa memanjakan mata yang haus kreasi segar nan unik dalam Indonesian Label Products Fair. Bale Pare sendiri lebih mirip taman luas dengan hamparan rerumputan yang bebas diduduki di mana saja. Hasil kurasi seni instalasi dan patung seolah natural digeletakkan begitu saja mengisi ruang hijau terbuka yang kosong. Asyiknya lagi pengunjung sama-sama tertib tidak meninggalkan sampah sembarangan.

Menilik urusan dapur festival jazz-nya saja, daftar penampil tahun ini kurang lebih masih sama dengan tahun sebelumnya. Agaknya ada kecenderungan untuk memboyong band-band Jakarta yang tak sering main di Bandung sebagai nilai tambah. Di luar itu, lebih dari sekedar pentas jazz, ini adalah cara Bandung merayakan seni.

locafore-2012-lala-suwages.jpg
Nomer Coltrane “Afro Blue” dipilih Lala Suwages dalam versi R&B pianis Robert Glasper

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker