Jak Jazz FestivalNews

Acapella tunggal Boris Savoldelli meriahkan Djarum Super Mild Jak Jazz Festival 2012

Di tengah kepungan deru fusion pada  Djarum Super Mild Jak Jazz Festival 2012, setidaknya ada satu alternatif bagi audiens yang ingin menyaksikan aksi berbeda dan unik. Judulnya  saja sudah mengisyaratkan sebuah paradoks: Boris Savoldelli One-Man Acapella. Tentunya membuat pengunjung bertanya-tanya, seperti apa sajian musik yang akan mereka saksikan mengingat bagaimana lazimnya sebuah acapella ditampilkan.

Ialah Boris Savoldelli, pria asal Italia yang memilih vokal sebagai instrumen utamanya dengan rekam karya ekstensif tanpa batasan sebuah genre tertentu. Boris menyebut seniman vokal Mark Murphy untuk figur panutan, pun ia terlibat di berbagai proyek musikal mulai dari jazz, rock, funk, sampai eksperimental avant-garde serta telah merilis sejumlah album terpuji antara lain Insanology (2008), Protoplasmic (2009) bersama Elliot Sharp, dan Biocosmopolitan (2011) yang dibantu Jimmy Haslip dan Paolo Fresu.

Boris dijadwalkan main selama tiga hari berturut-turut di JakJazz 2012, di hari pertama ia mengisi panggung outdoor Stage 4. Karena tampil tunggal Boris hanya perlu satu mikrofon dan sebuah perekam live electronics untuk mendukung aksinya yang penuh kejutan.

Boris Savoldelli - JakJazz 2012
Boris Savoldelli – JakJazz 2012

Lepas jam sepuluh malam Boris mulai tampil di atas panggung dengan terlebih dahulu menyapa audiens Jakarta. Alih-alih berupa sajian minus one, malam itu seluruh performanya adalah langsung dan spontan tanpa menggunakan suara yang direkam sebelumnya. Selain punya kualitas vokal prima, Boris pula seorang pencerita dan entertainer jempolan. Tampak waktu komposisi “Mindjoke” dimainkan lewat ilustrasi naratif berlatar Meksiko, berikut “Blue Child” yang mentransformasi suara manusia menjadi biola, cello dan kontrabas dalam format ansambel gesek.

“Karena sekarang kita berada di sebuah festival jazz, maka semestinya saya mainkan lagu [jazz] standar,” ujar Boris dan kemudian ia lagukan komposisi milik Thelonious Monk “I Mean You” dalam versinya sendiri. Berlanjut aransemen unik atas “All Blues” kepunyaan Miles Davis. Tak berhenti sampai di situ, penyanyi yang humoris ini juga menembang “Tomorrow Never Knows” dari The Beatles pula berbalas tepuk tangan meriah hadirin. Bravo!

 

Tags

Thomas Y. Anggoro

Lulusan ISI Yogyakarta. Telah meliput festival di berbagai tempat di Indonesia dan Malaysia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker