NewsReview

Sri Hanuraga – Sri Hanuraga

Album: Sri Hanuraga
Label: Stankoffamusic, 2013

1. Spyros the Dragon
2. Argo Suite Part 1
3. Argo Suite Part 2
4. Argo Suite Part 3
5. Ilir-Ilir
6. Crowned Clown
7. Blues For McCoy
8. T.B.A.
9. Four in One

Sri Hanuraga - Sri Hanuraga
Sri Hanuraga – Sri Hanuraga

Terdapat banyak hal membanggakan dari seorang Sri Hanuraga, musisi jazz kelahiran Jakarta medio 1980-an ini. Di usia yang belum genap 30, Sri Hanuraga yang akrab disapa Aga, telah mengukir sejumlah prestasi tak hanya di dalam negeri namun juga di taraf internasional. Setelah mendapat penghargaan pada JGTC Competition, jagoan piano yang sempat berguru kepada Indra Lesmana tersebut melanjutkan studi di Conservatorium van Amsterdam hingga lulus Juni 2011 dengan pujian summa cum laude. Dalam masa menimba ilmu pulalah Aga menyabet soloist prize (Eastern Jazz Festival, Nijmegen) dan pemenang kedua YPF Jazz Piano Competition (2009).

Di samping komplimen individual, Aga pun aktif meramu bunyi dengan musisi lain. Bersama kompatriot Sandy Winarta, Riza Arshad dan Indrawan Tjhin yang tergabung dalam W/H/A/T Quartet, telah rilis No Words (Demajors, 2010). Ia pun membentuk grup multinasional The Brag Pack dengan pemusik jazz di ranah Eropa; Paul Rutschka, Roald Becher dan Dániel Mester berwujud album sensasional Just Braggin’ (Stankoffamusic, 2012).

Kini sampailah kepada rilis terbaru, self-titled Sri Hanuraga yang kembali dipayungi label rekaman Stankoffamusic dari Polandia. Album ini memuat sembilan nomor atraktif sebagai pencapaian Aga baik secara pianistik maupun komposisi.

Sebagai pembuka adalah “Spyros the Dragon” yang berkelir post-bop dalam formasi piano trio, mendapuk Theo Balbig di posisi kontrabas serta drummer Kristijan Krajnčan. Berlanjut menuju Suita tiga bagian “Argo Suite” dengan putaran pertama yang melaju energik lewat olah ritmik ganjil, lalu terhias solo saksofon alto Sándor Lakatos ditimpali denting piano Aga setelahnya. Nuansa kontradiktif ditampilkan pada bagian kedua yang elusif oleh hembus saksofon sopran Dániel Mester. Sedikit demi sedikit, tempo permainan kembali meningkat di pergerakan ketiga, berikut lampiran dialog piano Aga dan rentak drum Kristijan.

Lincah jemari di atas piano terdengar jelas waktu memutar “Crowned Clown” dalam sayup-sayup aroma latin, sedangkan rekognisi kepada pianis McCoy Tyner tertulis di nomor ekstase swing “Blues For McCoy.” Aga pun memberi sentuhan elektrik atas rendisi “Four in One” milik Thelonious Monk serta nomor groovy “T.B.A.” ketika denting Rhodes melebur bersama petik-gesek kontrabas Timothy Roth dan pukulan drum rancak Roald Becher.

Sebuah aransemen menarik atas “Ilir-Ilir” menjadi penanda bagi Sri Hanuraga untuk menafsir ulang tembang dolanan Jawa tersebut. Tema utama “Ya Thoyibah” mengalun merdu dari cello yang seiring-sejalan dengan pecahan akor piano, kemudian diambil alih oleh Theo dengan petikan solo kontrabas dan transendensi bilah piano Aga, sampai menjelang sesi penutup yang kembali pada teduhnya gesekan cello milik Kristijan.

Personil

Sri Hanuraga: piano, Rhodes
Theo Balbig: kontrabas
Kristijan Krajnčan: drum, cello
Sándor Lakatos: saksofon alto
Dániel Mester: saksofon sopran & tenor
Timothy Roth: kontrabas (trek 8 &9)
Roald Becher: drum (trek 8 &9)

 

Tags

Thomas Y. Anggoro

Lulusan ISI Yogyakarta. Telah meliput festival di berbagai tempat di Indonesia dan Malaysia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
WhatsApp Perlu bantuan?