Asian Jazz All-Stars Power Quartet kenang Embong Rahardjo lewat “Tiramisu”

“Di antara sejumlah musisi berbakat Indonesia, salah satu yang paling berkesan buat saya adalah mendiang Embong Rahardjo, kami sempat beberapa kali main bersama,” ungkap Jeremy Monteiro di sela-sela konser bersama Asian Jazz All-Stars Power Quartet di Lawu Acoustic Hall, Java Jazz Festival 2013, Sabtu (2/3). Ia menambahkan, “Semasa ia hidup, saya banyak melalui saat-saat berharga dan untuk itu kami mainkan “Tiramisu” ini untuk mengenang Embong,” ujar Jeremy.

Petang itu Jeremy hadir dengan kuartet jazzer top kawasan Asia; gitaris Hong Kong Eugene Pao, pemain drum Thailand Hong Chanutr Techatana-nan juga peniup saksofon/klarinetis dari Filipina Tots Tolentino. Sedangkan Jeremy mainkan instrumen organ, alih-alih piano yang menjadi alat musik utama sepanjang karirnya.
Mereka bawakan sejumlah nomor standar juga komposisi orisinil semisal awal perjumpaan “This Guy’s in Love With You” milik Burt Bacharach, “Wrappin’ it Up” dari Larry Goldings juga “Make It So” kepunyaan Eugene yang terinspirasi dari fiksi ilmiah Star Trek.


Tampak hadir pula Peter F. Gontha yang disebut Jeremy sebagai “The Godfather of Indonesian Jazz” dan Peter memberi sambutan dengan naik ke panggung serta berujar, “Kita mesti bangga terhadap musisi-musisi jazz dari Asia dan mereka ini adalah yang terbaik,” terangnya. “Saya telah mengenal Jeremy sejak lebih dari 20 tahun lalu, dan ia selalu berikan permainan terbaiknya,” jelas Peter.
Dengan menyaksikan langsung Asian Jazz All-Stars Power Quartet yang bermain optimal, menjalin interplay kuat antar personil, fasih berimprovisasi dan sangat kompak, pernyataan Peter di atas sungguh terbukti.

