News

Dwiki Dharmawan String Quartet Project: Buah tangan dari Wina

Dwiki Dharmawan - Java Jazz 2013
Dwiki Dharmawan – Java Jazz 2013

Salah satu musisi yang kerap berkolaborasi dengan Rafly adalah pianis/ komposer/ music director Dwiki Dharmawan. Mereka kerap berkarya bersama dan sepanggung baik dalam projek solo Dwiki maupun bersama grup World Peace Orchestra dan Krakatau. Bersama Dwiki pula, dan Nyak Ina “Ubiet” Raseuki, grup musik Rafly yang bernama KanDe merekam 11 lagu mereka di Studio Kita dan dirangkum dalam rilis album “Meukondroe” (Bila Bukan Kita, Siapa?) pada tahun 2006. Namun di Java Jazz Festival 2013 ini Rafly tidak tampil kembali sepanggung dengan Dwiki. Ia hanya sempat menyapanya saat bernyanyi di atas panggung. Sedang Dwiki Dharmawan tampil bersama String Quartet Project di Semeru Garuda Indonesia Hall malam harinya.

Projek String Quartet dari Dwiki Dharmawan ini bukan hal yang baru untuk festival ini. Di edisi tahun lalu, 2012, Dwiki telah memperkenalkan konsep ini pada publik Java Jazz, setelah sebelumnya pertama kali ditampilkan di Teater Salihara di akhir 2011. Format yang lebih pas disebut ”Piano Quintet” ini terdiri dari piano, kontrabass, dan empat instrumen gesek celo, viola, dan dua violin.

Dengan menampilkan komposisi-komposisi karya Dwiki sendiri dan interprestasi ulang lagu-lagu rakyat Indonesia, konsep ini pernah juga dibawa ke Eropa, salah satunya adalah konser String Quartet Project di Jazz Fest Wien, Wina, dimana Dwiki tampil bersama musisi setempat (Oliver Steger, kontrabass, dan grup Violet Spin String Quartet). Rekaman pertunjukan itu yang kemudian dirilis dalam bentuk DVD bulan Maret 2013 ini dan menjadi oleh-oleh bagi penonton Java Jazz Festival.

Meski tidak membawa musisi yang ada di rekaman DVD nya, pertunjukan Dwiki di Java Jazz Festival membawakan repertoir yang hampir sama persis. Dibuka dengan lagu ”Jazz For Freeport”, Dwiki yang ditemani oleh Indrawan Tjhin (kontrabass) dan Saunine String Quartet (Dimawan – Cello, Adi Nugroho – Viola, Fafan Isfandiar – Violin, dan Eko Balung – Violin) menghadirkan atmosfir yang mendekati chamber music yang biasa dilakukan untuk komposisi lagu klasik.

Tiga folk song rakyat Indonesia kemudian dimedley menjadi bervariasi di tangan Dwiki. Adalah ”Cik Cik Periuk” (lagu rakyat Kalimantan Barat), ”Paris Berantai” (Kalimantan Selatan) dan ”Janger” (Bali) yang dipilih oleh mereka. Menarik saat dimainkan ceng-ceng yang menjadi solois dengan diiringi oleh rhythm tepuk tangan penonton.

Dua karya Dwiki, ”Arafura” dan ”Numfor” kemudian juga dimainkan sebelum dilanjutkan oleh sebuah komposisi baru yang ia rilis hanya di DVD saja. Di lagu berjudul ”Tribal Dance” itu Dwiki melibatkan Yuri Jo, gitaris Indonesia yang lama tinggal di Brisbane, Australia dan kabarnya akan melajutkan kolaborasi dengan Dwiki dalam sebuah rekaman album (Tentang Yuri Jo dapat dibaca di artikel setelah ini).

Salah satu special project Java Jazz Festival 2013 ini ditutup dengan medley “Route 66” dan karya Dwiki “Spirit of Peace”. Menarik pada sesi ini tampil ke atas panggung selain Yuri Jo dan perkusionis asal Malaysia Steve Thornton, juga Menteri Perdagangan Gita Wirjawan. Bapak Gita mengambil alih piano dari Dwiki memainkan nada-nada “Route 66”.  ”Gimana kalau gantian, saya yang jadi menteri dan pak Gita yang jadi pianis lagi.” kata Dwiki yang beralih memainkan pianika. Tawa penonton pun menyambut seloroh Dwiki tadi. Pertunjukan Dwiki Dharmawan String Quartert Project benar-benar diakhiri dengan jammin “Spirit of Peace” yang membuat ruang Semeru semakin hangat. Top cards Dwiki!

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker