News

Vokalis Emerald Band Ricky Johannes Tutup Usia

Sebuah pesan duka masuk ke dalam ponsel kami. Soerjorimbo Soeroto, seorang rekan memberikan kabar, ”Ini sedang di Rumah Sakit MMC, Kuningan (Jakarta). Disini ada Ricky Johannes. Dia meninggal dunia, serangan jantung, dari Epicentrum dibawa ke RS MMC tapi tidak tertolong dan meninggal dunia sekitar pukul lima sore. Saat ini jenazah masih di rumah sakit.” Kami pun terhening, salah seorang entertainer terbaik tanah air kembali berpulang.

***

Ricky Johannes saat ini akrab dikenal sebagai presenter  sepak bola, olah raga yang sangat diminatinya, penyelenggara berbagai acara, serta wakil ketua Badan Futsal Nasional (BFN) sejak Januari 2013 lalu. Namun kami lebih dahulu mengetahui almarhum sebagai penyanyi handal dan memiliki karakter dan warna vokal yang khas.

Lahir di Jakarta 25 September 1967, Bernhard Ricky Johannes, belajar teknik vokal kepada N. Simanungkalit dan pernah menjadi Juara II Pop Singer DKI 1980, Juara I & Penampilan Terbaik Bintang Radio/TV DKI remaja 1983, Juara III & Penampilan Terbaik Radio/TV Nasional 1983.

Salah satu dokumentasi awal karir sebagai penyanyi dapat ditemui di rekaman album produksi Purnama yang berjudul Sebuah Lagu Untuk Mama. Di album yang musiknya dikerjakan oleh Romy Katindig itu Ricky yang menggunakan nama Kiky Johannes melantunkan sekitar 11 lagu diantaranya karya Rico Gerit, Eric dan Benny van Houten, Ongen L. serta Erns F.Mangalo.

Fariz RM. pernah menulis untuk liner note album Ricky Johannes yang ia garap bersama Ricky, Erwin Badudu, dan James F.Sundah, ”Ricky Johannes saya kenal sebagai vokalis utama dari salah satu group fusion ternama Indonesia Emerald Band. Dan di tahun ’90 say bersama dengan Ricky (dan Dandung Sadewa) menyelesaikan satu album rekaman kelompok musik Rikardo Batista. Dari pengalaman membuat lagu & menggarap musik bersamanya selama ini, membuat saya berani menerima tawaran dan kepercayaannya untuk menggarap album solonya.” Dari James F.Sundah, disebutkan karakter dan warna vokal Ricky yang khas inilah (yang menjadi) modal Ricky untuk tampil di Dunia Musik Indonesia.

Diluar Fariz, para personil Symphoni yang lain pun kemudian menggenapi keterlibatan musikalitas awak grup itu dalam jejak karir Ricky Johannes. Dengan musik yang dikerjakan oleh Herman Gelly Efendi, Ricky merekam sekitar enam lagu karya Gelly, Tonny Wenas, Ekky Soekarno, dan Jimmy Paais. Namun sayang proyek ini tidak menjadi album penuh atas nama Ricky Johannes karena Akurama, perusahaan rekaman yang menaunginya, merilis kerja mereka ini sebagai b-side dari album Mus Mujiono di tahun 1991 akhir.

Keterlibatan Ricky Johannes di panggung jazz tanah air tercatat saat ia bergabung dengan Gold Finger, Original, Splash Band Didi-Dian AGP, Mahameru, serta tentunya Emerald band.  Bersama Emerald, nama Ricky Johannes sebagai vokalis dan pencipta lagu naik ke atas permukaan. Dimulai dengan album kedua Emerald yang berjdul Karapan Sapi (1990) kemudian dilanjutkan dengan album Baralek Gadang (1991), Marunda (1994) dan The Best of Emerald, sebuah koleksi aransemen ulang lagu-lagu populer grup ini yang diproduksi oleh JO Music pada tahun 2008. Bersama JO Music pula, Ricky merilis album solo terakhirnya di tahun 2002, Datang Lagi, dimana ia menyanyikan kembali hits karyanya, ”Lihat Saja Nanti” yang pernah dipopulerkan oleh Sophia Latjuba.

Roedyanto, komposer/ pemain bass/ salah seorang pendiri Emerald, mengenang Ricky Johannes sebagai orang yang humble, tukang cerita lucu, bikin suasana jadi santai kalo di studio rekaman. Roedy, yang di tahun 2012 lalu bersama Morgan Sigarlaki merilis album yang berisi 7 hits Emerald dalam format accoustic duo, menyebutkan juga bahwa Ricky Johannes juga yang compose lagu ”Pasti Dapat” di album Karapan Sapi, dan jadi hits sampai 100 ribu kaset. ”Ada rencana mau buat album perjalanan Emerald, masih digodog, idenya dari Beliau… yah…. gimana lagi.” saat ditanya apa ada rencana bermusik kembali bersama Ricky dalam Emerald, dimana saat ini kelompok jawara fusion jazz itu sedang aktif manggung kembali bersama Iwang Noorsaid dengan nama Emerald BEX.

Lepas dari rencana reuni Emerald tadi, adik Ricky, Mia Johannes berbagi cerita dan memberikan kesannya tentang almarhum yang saat ini disemayamkan di rumah duka di Pondok Kelapa Indah, Kalimalang – Jakarta Timur, ”Ricky Jo saat ini sedang menyusun rekaman single anaknya, Chintana Jo. Ricky Johannes adalah ayah yang bertanggung jawab. Anak yang sayang orang tua. Kakak yang perhatian. Tidak ada lagi lelucon di hari kumpul keluarga. Tidak ada lagi rengekan minta tempe goreng. Ricky Jo, pekerja keras dan mempunyai musikalitas yang kuat!”

Kenangan kami akan Ricky Johannes semakin memuncak ketika dari stereo set terdengar alunan vokalnya yang khas menyanyikan lagu ”Sudah Cukup Lama”,  namun kali ini terasa mempunyai makna yang berbeda;

”…. Sudah cukup lama kita menjalani/ hari-hari indah tak terlupakan / biarkan semua berakhir disini/ sanggupkah dirimu tanpa diriku (diriku tanpa dirimu)/ Ku tak tahu mengapa/ begitu cepat berlalu/ cerita kita terkubur dalam sekejab/ waktu jua yang membuat cerita/ dirimu kan selalu ku kenang…. (Roullandi/WJ)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker